LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 23 orang warga Kebon Kalapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengungsi akibat bencana pergerakan tanah.
Ada lima rumah dan satu pabrik tahu yang terdampak bencana alam tersebut. Dengan rincian, tiga rumah dan pabrik tahu rusak berat, sedangkan dua rumah terancam dan kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Adapun lima rumah yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kebon Kalapa, yakni milik Awaludin, Karman, dan Utup dengan status rusak berat. Selanjutnya, rumah Aan dan Bahrudin terancam, karena bagian depan rumah sudah ambles dengan kedalaman lebih dari satu meter.
Kepala Desa Cilangkap Roni mengatakan, warga yang rumahnya terdampak bencana pergerakan tanah sudah mengungsi. Mereka untuk sementara tinggal di rumah kerabatnya di Cilangkap. Sedangkan Karman mengungsi ke Ciseke, Kecamatan Rangkasbitung.
“Lima rumah ini sudah tidak aman ditempati. Sampai sekarang masih terjadi pergerakan tanah, sehingga membahayakan masyarakat,” kata Roni kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 11 Juni 2022.
Saat ini warga membutuhkan bantuan logistik, pasalnya kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lumpuh akibat bencana pergerakan tanah ini.











