“Untuk pengungsian mungkin masih belum diperlukan, karena para warga saat ini mengungsi ke rumah saudara. Saat ini warga hanya membutuhkan bantuan logistik,” jelasnya.
Sementara itu, Eti warga Kebon Kalapa yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah mengatakan, saat kejadian dirinya bersama dengan 8 anggota keluarga tengah berada di dalam rumah.
Setelah magrib sekira pukul 18.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara retakan yang berasal dari bawah tanah. Dirinya dan anggota keluarga panik dan lari ke luar rumah. Benar saja, rumah bagian depannya tiba-tiba ambles bersama dengan badan jalan.
“Kejadian kemarin, habis hujan tiba-tiba ada suara retakan dan nggak lama langsung ambles. Sekarang saya ngungsi ke rumah adik saya,” terangnya.
Eti berharap, ada bantuan dari Pemerintah agar dirinya dengan anggota keluarga bisa kembali menempati rumah yang aman dan nyaman.
Pantauan di lapangan, lokasi pergerakan tanah sudah dipasang garis polisi. Arus lalu lintas pun dialihkan ke jalan alternatif, karena jalan poros Desa Cilangkap sudah ambles dengan kedalaman dua meter, sehingga tidak bisa dilintasi.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Mastur











