Terkait pelaksanaan istigosah dilaksanakan di halaman Masjid Dishub bukan di Masjid Raya Al Bantani yang menjadi simbol Pemprov Banten, Ruli beralasan karena kegiatan istigosah tersebut diinisiasi oleh Forum Tenaga Honorer yang ada di Dishub Banten.
“Tapi yang hadir hari ini untuk doa bersama, hampir semua ada perwakilan dari semua OPD di lingkungan Pemprov Banten,” tuturnya.
Ruli berharap, pemerintah pusat dan daerah membuat kebijakan yang lebih strategis untuk nasib tenaga honorer, terutama yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun yang tak kunjung diangkat jadi CPNS.
“Menghapus tenaga honorer itu perbuatan dholim, semoga rencana itu di batalkan, dan pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk mengangkat kami menjadi CPNS,” pungkasnya.
Doa bersama yang dilakukan ratusan tenaga honorer turut dihadiri Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Forum Tenaga Honorer yang melakukan kegiatan positif dalam menyikapi rencana penghapusan tenaga honorer.
“Kami mengapresiasi Forum Tenaga Honorer yang lebih mengedepankan dialog dan berdoa bersama, ini sangat luar biasa,” katanya.
Terkait penghapusan tenaga honorer, Tri mengaku hal itu kewenangan pemerintah pusat. Sehingga pemerintah daerah tidak punya kewenangan mengambil keputusan. Hanya saja, lanjut Tri, rencana tersebut telah membuat kegaduhan di daerah, karena ada komunikasi yang tersumbat.
“Informasi yang kami terima, penataan tenaga non ASN yang akan dilakukan pemerintah pusat bukan untuk menghapuskan tenaga honorer. Tapi mencari solusi terbaik. Semoga persoalan ini cepat ada solusinya,” tuturnya.











