SERANG – Kekosongan jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Banten bertambah. Inspektur Provinsi Banten Muhtarom yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Sekda Banten pindah menjadi pejabat fungsional di Universitas Terbuka per 1 Juli lalu.
Berdasarkan catatan Radar Banten, saat ini ada empat jabatan eselon II yang kosong, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Kepala Biro Umum, serta Kepala Biro Hukum. Dengan pindahnya Muhtarom ke Universitas Terbuka, maka satu lagi jabatan eselon II kosong.
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pengisian kekosongan jabatan akan dilakukan. “Dalam proses,” ujar Al melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (3/7).
Meskipun ada kekosongan di sejumlah jabatan, Al berharap roda pemerintahan masih dapat berjalan baik. Sebelum diisi oleh pejabat definitif, sejumlah jabatan kosong diisi oleh pejabat pelaksana tugas. “Insya Allah semua masih berjalan baik,” tuturnya.
Tak hanya jabatan struktural, untuk jabatan fungsional seperti kepala sekolah dan pengawas sekolah juga mengalami kekosongan. Al yang baru dilantik sebagai Pj Gubernur Banten pada 12 Mei 2022 lalu itu meminta waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah Pemprov Banten. “Saya perlu mereview kembali,” ujar mantan Widyaiswara Ahli Utama di Kementerian Dalam Negeri ini.
Al memberikan penegasan terkait perwujudan reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov Banten. Ia menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menciptakan good and clean governance adalah dengan komitmen menjalankan reformasi birokrasi. Beberapa agenda reformasi birokrasi sejauh ini telah diupayakan Al di lingkup Pemprov.










