Baik person maupun kelompok dalam masyarakat, lanjut Suryadi, sangat diharapkan berkesadaran penuh memberikan dukungan kepada Polri. “Baik partisipasi konkret mencegah maupun kritisasi tidak “omong doang” (omdo). Tidak menggoda aparat polisi untuk menyimpang, itu juga harus dilihat sebagai bentuk konkret keinginan masyarakat, di lain sisi polisi hendaklah juga merespon secara objektif – positif,” ulasnya.
Pada poin itulah, menurutnya, kenaikan kelas Korps Brimob dan Pusdokes, hendaknya dilihat oleh Polri dan masyarakat sehingga keduanya sama-sama akan masuk ke dalam ruang partisipasi yang proporsional.
Dengan demikian kepada masyarakat, Korps Brimob melalui upaya yang maksimal mampu memberikan terjaminnya rasa aman masyarakat secara optimal, terutama daerah-daerah yang rawan gangguan kamdagri dan yang merupakan episentrrum politik seperti Jakarta.
Demikian pula dengan Pusdokes. Di tengah “jeritan masyarakat” yang kerap membuat Pemerintah terpojok dalam memberikan layanan kesehatan, lanjut Suryadi, dapat memberikan layan kesehatan secara optimal, baik dalam pendukungan ungkap kasus-kasus kriminal mapun layanan kesehatan umum sehari-hari.**











