Ia pun menerangkan, untuk dosis pertama sudah mencapai 82,33 persen, dosis kedua 65,87 persen, dosis ketiga atau booster pertama masih 22,27 persen dan booster kedua yakni 2,26 persen.
“Kami terus mendorong agar cakupan dosis kedua dan ketiga khususnya meningkat melalui gerai yang rutin disiapkan setiap Kamis di pendopo dan tiap-tiap puskesmas,” terangnya.
Sementara, Musa Weliansyah anggota Komisi III DPRD Lebak mengaku mendukung akan pemberian vaksin dosis ke-2 terhadap para nakes di Kabupaten Lebak.
“Kita mendukung Pemkab dalam melakukan vaksin booster ke-2 terhadap para nakes, hal itu perlu dilakukan untuk melindungi para nakes kita. Karena jika nakes sendiri terkena bahkan jadi korban keganasan Covid-19, bagaimana dengan masyarakat umum ?,” ujarnya.
Walaupun begitu, Musa juga menyoroti capaian vaksin booster pertama di Lebak yang sangat rendah yakni hanya mencapai 22,27 persen saja. Dia pun meminta kepada Pemkab Lebak untuk melakukan evaluasi dan mencari tau penyebab sepi nya vaksin booster di Lebak.
“Saya kira Pemkab harus memaksakan dulu capaian vaksin booster pertama, jika baru 22 persen ini kan angka yang sangat rendah sekali. Harus dicari tau apa masalahnya, apakah nakes sudah bekerja dengan baik atau belum. Tentunya Dinkes harus segera melakukan evakuasi apa penyebab rendahnya vaksin booster,” pintanya.
“Jangan sampai vaksin kelamaan disimpan terus jadi tidak layak pakai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Purnama
Editor: Agung S Pambudi











