LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak saat sudah mulai melakukan vaksinasi booster tahap II kepada masyarakat umum. Golongan lanjut usia (Lansia) pun kini jadi fokus Dinkes Lebak.
Kasi Imunisasi, Surveilans dan Krisis Dinkes Lebak, Tb Mulyawan mengatakan, pemberian vaksin booster tahap II itu seiring dengan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/380/2023 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi kelompok Masyarakat Umum, yang ditetapkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit pada 20 Januari 2023.
“Ya kita sudah mulai vaksin booster tahap II, tapi kita fokuskan dulu bagi Lansia. Baru kalangan remaja, dan dewasa,” kata TB Mulyawan, Kamis 26 Januari 2023.
Mulyawan menerangkan, golongan lansia menjadi fokus sasaran pihaknya karena Lansia sendiri merupakan golongan yang rentan terkena paparan Covid-19 maupun virus lainnya.
“Imun tubuh lansia ini kan kurang, beda dengan kalangan dewasa dan remaja yang masih kuat. Makanya kita fokuskan dulu ke Lansia,” terangnya.
Vaksin booster tahap II sendiri ini berfungsi untuk meningkatkan efektivitas vaksin sebelumnya. Adapun jenis vaksin yang digunakan pihaknya yaitu Pfizer.
“Kalau ditanya apakah nanti akan ada vaksin booster tahap III, IV dan seterusnya, saya ga tau. Karena saya sendiri mengira bahwa vaksinasi sudah selesai di tahun kemarin. Tapi ternyata masih ada,” katanya.
Ia mengungkapkan, selain karena imun tubuh yang jadi skala prioritas, ketebatasan vaksin yang dimiliki Dinkes Lebak juga jadi faktor mengapa vaksinasi booster tahap II untuk masyarakat umum belum dilakukan secara penuh. Namun, pihaknya sebelumnya sudah melakukan vaksinasi booster tahap II untuk seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di berbagai Pusat Fasilitas Pelayaanan Kesehatan di Kabupaten Lebak.
“Vaksin yang kita miliki itu masih terbatas, makanya kita belum secara terang-terangan membuka gerai vaksin booster tahap II,” ungkapnya.
Namun, masyarakat bisa melakukan vaksinasi booster tahap II di tiga Puskesmas yang telah pihaknya siapkan yaitu di Puskesmas Cibadak, Mandala, dan Bayah.
Untuk kasus Covid-19, TB Mulayawan menyebut bahwa dalam beberapa minggu ini pihaknya tidak menemukan adanya warga Kabupaten Lebak yang terkonfirmasi Covid-19.
“Alhamdulillah sudah beberapa minggu ini kita nol kasus, tapi kita tetap mengimbau kepada warga untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) karena prokes sendiri bukan hanya untuk mencegah Covid-19. Tapi untuk menyebar penyebaran virus lainnya,” pungkasnya.
Diketahui, sampai saat ini Dinkes Lebak sudah menyuntikan vaksin booster tahap II kepada 1.339 Lansia di Lebak. Vaksinasi terus dilakukan baik di Puskesmas maupun dengan cara jemput bola.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











