LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Belum genap satu tahun produksi beras di Kabupaten Lebak sudah surplus.
Dinas Pertanian (Distan) Lebak mencatat hingga Agustus 2022 produksi beras telah mencapai 223.666 ton dari kebutuhan beras pertahun mencapai 148.497 ton per tahun atau sudah surplus 75.169 ton.
Sementara bila di hitung dari kebutuhan beras hingga Agustus lalu mencapai 98.998 maka surplus sebanyak 124.668 ton.
“Alhamdulillah, untuk kebutuhan beras sampai akhir tahun 2022 ini telah tercapai alias surplus dari hasil panen padi di Lebak sampai Agustus saja. Hasil produksi beras sampai Agustus mencapai 223.666 ton dari kebutuhan beras 148.497 ton per tahun,” kata Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar kepada Radar Banten, Kamis (22/9).
Menurut Rahmat meskipun hampir setiap tahun produksi beras di Kabupaten Lebak di atas rata-rata nasional. Namun, lantaran di tengah pandemi Covid- 19 ada kehawatiran berpengaruh terhadap produksi beras petani di Kabupaten Lebak.
“Tentunya, surplus beras yang dihasilkan petani akan meningkat karena petani masih akan panen. Saat ini petani di Lebak sudah mulai tanam padi dengan usia tanam 90-100 hari,” katanya.
Untuk memenuhi ketahanan pangan pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi karena Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.











