SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebelum menggelar operasi kepolisian dengan sandi Operasi Zebra Maung 2022, Ditlantas Polda Banten melaksanakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Aula Polda Banten pada Selasa 27 September 2022.
Latpraops ini dibuka langsung oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari dan dihadiri Pejabat Utama Polda Banten serta personel yang terlibat operasi.
Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan, Operasi Zebra Maung 2022 akan dilaksanakan serentak selama 14 hari mulai tanggal 3 Oktober sampai dengan 16 Oktober 2022.
“Selama tahun 2022 Polda Banten dan jajaran telah melakukan berbagai upaya serta langkah-langkah antisipatif dalam mencegah terjadinya pelanggaran yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta penegakan hukum lalu lintas yang transparan dan humanis,”kata Ery.
Ery mengungkapkan ada beberapa harapannya saat digelar operasi ini. “Penggelaran operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas,” harap Ery.
Ery menambahkan Latpraops yang dilaksakan ini memiliki manfaat penting bagi suksesnya pelaksanaan operasi yang akan dilaksanakan. “Pelatihan ini bertujuan untuk melihat kesiapan dan kemampuan personel lalu lintas yang akan melaksanalan operasi, sehingga terjalin sinerhitas pelaksanaan tugas yang bermuara pada terwujudnya keselamatan berlalu lintas,” ungkap Ery.
Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto menjelaskan tujuan dan sasaran digelarnya Operasi Zebra Maung 2022 salah satunya adalah menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah fatalitas korban serta meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Selanjutnya untuk sasaranya yakni potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan laka lantas di jalan tol maupun jalan non tol,” kata Budi.
Target operasi ini kata Budi, yaitu masyarakat yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan lokasi rawan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas. “Operasi ini tetap mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, simpatik, humanis dan terakhir adalah upaya penindakan,” tutur Budi. (*)
Reporter : Fahmi Sa’i
Editor: Mastur











