LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Miris. Potret itu ditemukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fatwa Gelebug di Kampung Gelebug, Desa Parakan Beusi, Kecamatan Bojongmanik, Lebak. Para siswa tak menggunakan meja dan kursi saat belajar. Mereka belajar secara lesehan di lantai.
Kondisi itu berlangsung selama 2 tahun terakhir. Ketidakmampuan pihak sekolah untuk menyediakan meja kursi dan bangunan sekolah yang layak, membuat para siswa harus belajar seadanya.
Kepala Sekolah Al-Fatwa Gelebug Nining Yuningsih mengakui kondisi sekolahnya jauh dari layak. Sebab kondisi bangunan saat ini terlihat kumuh dengan atap tanpa plafon yang bocor. Sekolah sendiri hanya memiliki 1 bangunan dengan 2 ruang kelas. Dua ruang kelas itu di isi oleh 50 siswa yang terdiri dari kelas 1 sampai 6.
“Sudah dua tahun para siswa ini belajar di lantai. Tentunya itu membuat mereka tidak nyaman untuk belajar. Tapi mah gimana? Kita tidak punya anggaran buat renovasi atau beli meja kursi. Sekarang kita terpaksa pakai ruangan yang ada, 1 ruangan di isi 3 kelas,” kata Nining, Selasa 27 September 2022.
Nining mengungkapkan, sekolahnya yang bukan plat merah ini sudah berdiri sejak tahun 2014. Sekolah ini menjadi jantung pendidikan masyarakat. Sebab sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya di Desa Parakan Beusi. Ia pun mengaku, tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
“Dari awal pertama berdiri hingga sekarang kita tidak pernah dapat bantuan. Tapi, saya bersama para pengajar lainnya terus memberikan motivasi kepada anak-anak agar tidak putus harapan untuk tetap mendapatkan hak pendidikan di tengah keterbatasan,” ujarnya.











