Katanya, hingga kini perbaikan bangunan sekolah yang sudah berusia 8 tahun ini hanya dilakukan secara sederhana dan swadaya oleh masyarakat sekitar. Adapun penghasilan dari sekolah, hanya bisa digunakan untuk honor para tenaga pengajar yang jumlahnya juga kecil.
Ia pun mengapresiasi warga Desa Parakan Beusi yang sudah mau peduli dan bergotong royong mempertahankan sekolah madrasah ini.
“Alhamdulillah masyarakat bisa selalu bantu kami, karena memang di kampung ini tidak ada sekolah lain, hanya ada di desa lain dan itu mengharuskan para siswa pun untuk menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa bersekolah,” ucapnya.
Nining pun berharap, agar pemerintah bisa membantu memberikan meja dan kursi ke sekolah MI Al-Fatwa ini, supaya kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman.
“Kami berharap kepada pemerintah khususnya Kemenag kabupaten Lebak agar bisa memberikan bantuan supaya sekolah ini layak untuk di tempati,” katanya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











