CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Selama masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dihentikan sementara sebanyak tiga kali.
Hal itu dilakukan karena cuaca ekstrem terjadi di perairan Selat Sunda terutama di wilayah Pelabuhan Merak.
Pertamakali, layanan penyeberangan harus dihentikan akibat cuaca buruk pada Kamis 22 Desember 2022. Saat itu, penyeberangan harus dihentikan kurang lebih selama empat jam.
Kemudian, penyeberangan kembali ditutup sementara pada Rabu 28 Desember 2022 pada pukul 22.30 malam.
Lagi-lagi, cuaca ekstrem menjadi penyebab penyeberangan harus ditutup sementara, dan kembali dibuka pada Kamis 29 Desember 2022 sekira pukul 04.00 Wib.
Dua hari berselang, masih karena cuaca, penyeberangan di Pelabuhan Merak kembali dihentikan sementara pada Sabtu 31 Desember 2022 pada pukul 16.00.
Saat itu, arus di sekitar Pelabuhan Merak sangat tinggi bahkan, dentuman obak hingga memasuki area dermaga.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin menjelaskan, penutupan sementara setelah adanya keputusan dari pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten selaku otoritas.
“Penutupan layanan sementara berlaku untuk layanan reguler dan kapal ekspress lintas Merak – Bakauheni. Diketahui, di bulan Desember ini curah hujan umumnya mengalami peningkatan, yang berdampak terjadinya gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah lintasan penyeberangan,” ujarnya melalui keterangan resmi pada Sabtu 31 Desember malam.
Menurutnya ASDP terus melakukan koordinasi intensif khususnya dengan BMKG, kepolisian/TNI, dan otoritas pelabuhan setiap kali sebelum kapal ferry melakukan pelayaran agar perjalanan aman dan lancar sampai tujuan.
Manajemen pun secara aktif dan berkelanjutan menyampaikan informasi kepada pengguna jasa jika terdapat keterlambatan pelayanan yang timbul dikarenakan cuaca ekstrem.
ASDP terus mengimbau kepada seluruh pengguna jasa kapal ferry khususnya lintasan tersibuk, Merak – Bakauheni agar tetap berhati-hati saat melakukan penyeberangan, mewaspadai cuaca buruk, dan pastikan kondisi stamina dan kendaraan agar tetap sehat dan prima.
Selain penyeberangan dihentikan sementara, selama arus Nataru, dua kendaraan jatuh ke laut di Pelabuhan Merak.
Pertama, terjadi pada Jumat 23 Desember 2022 sekira pukul 22.15. Dimana, minibus tercebur saat akan naik ke atas kapal ferry.
Peristiwa itu terjadi di Dermaga Dua Pelabuhan Merak saat mobil berwarna silver akan naik ke Kapal Ferry Shalem
Saat mau naik, tali di kapal melebar sehingga side rem tidak lagi menempel di kapal. Akibat itu mobil dan penumpang nya langsung terjun ke laut.
Dua orang penumpang yang dikabarkan suami istri selamat dari peristiwa itu.
Kedua, truk bermuatan semen terjatuh ke laut pada Rabu 28 Desember 2022 malam. Sebelum jatuh ke laut, truk tersebut alami patah as di rampdor KMP Lambrita.
Upaya evakuasi sempat dilakukan sebelum truk itu terjun ke laut. Namun upaya evakuasi menggunakan mobil derek gagal hingga akhir kendaraan naas itu pun tenggelam.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: A Rozak











