PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan produksi beras Banten naik kelas dari peringkat kesembilan tahun 2021 menjadi kedelapan tahun 2022. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Ketahanan Pangan Suwandi usai melakukan panen padi perdana di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Suwandi, ia berada di Pandeglang untuk panen perdana padi di awal tahun 2023.
“Ini luar biasa, saya berada di Pandeglang untuk panen perdana. Kenapa perdana karena Pandeglang ini bulan Januari, panen sekitar 8.000 hektar,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 10 Januari 2023.
Lalu bulan depan, Februari sudah masuk panen raya Kabupaten Pandeglang seluas 18.000 hektar. Sedangkan untuk keseluruhan luasan Banten ini luar biasa, bulan Februari nanti masuk 58.000 hektar.
“Kita tahu, Banten naik kelas peringkatnya. Dulu (tahun 2021) nomor sembilan produsen beras terbesar di Indonesia. Sekarang, di tahun 2022 peringkat ke-8 produsen beras terbesar di Indonesia,” katanya.
Suwandi mengatakan, produksi beras naik berkat kerja keras semua. Gubernur dan bupati hadir langsung ke lapangan.
“Tiap hari ke sawah ini memotivasi petani semua. Bisa dilihat hasilnya Inpari 6,5 ton dan berpotensi masih bisa ditingkatkan lagi,” katanya.
Panen padi ini menunjukan kepada seluruh Indonesia bahwa bulan depan sudah masuk sekitar 1,4 juta hektare panen. Lalu pada bulan Februari kalau setara beras sekitar 4,3 juta ton beras. “Bulan Februari sudah masuk itu dan ini mengawalinya. Dimulai dari beberapa lokasi salah satunya di Pagelaran ini luar biasa,” katanya
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, panen raya ini merupakan pelaksanaan dari perintah dari Presiden Jokowi.
“Perintah dari bapak Presiden dalam hal harus melakukan penguatan ketahanan pangan. Dan ujungnya nanti kita berdaulat pangan,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengucapkan terima kasih kepada Mentan Yasin Limpo yang selalu memotivasi.
“Kami dan petani kami dalam kondisi apapun tetap tangguh bersemangat. Tiada hari tanpa panen dan tiada hari tanpa tanam,” katanya.
Bupati mengatakan, kalaun panen raya perdana di sentra tanaman padi dilakukan secara bertahap. Sebagai petani dalam kondisi apapun sudah latih menjadi petani tangguh agar ketersediaan pangan berkelanjutan semakin baik.
“Berkat kerja keras petani, Banten naik kelas ke peringkat delapan. Menggeser Provinsi Aceh, membawa harum provinsi Banten, nilai produktivitas tertinggi adalah Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











