CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pangan Nasional memastikan stok kedelai di Indonesia masih aman.
Hal itu disampaikan setelah masuknya 56 ribu ton kedelai asal Amerika melalui Pelabuhan Krakatau Internasional Port (KIP) Cilegon pada Minggu 15 Januari kemarin.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, selain stok aman, dipastikan kedelai tersebut pun dapat dibeli dengan harga yang wajar.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan, ketersediaan kedelai yang cukup dengan harga yang wajar diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha khususnya bagi para pengrajin tahu dan tempe, serta menjaga harga pangan berbahan dasar kedelai tetap stabil di tingkat konsumen.
“Kedatangan kedelai ini sebagai stok untuk memenuhi permintaan dan konsumsi dalam negeri, sehingga diharapkan dapat mengamankan ketersediaan dan menjaga harga kedelai tetap stabil di harga yang wajar,” ujarnya melalui keterangan resmi tertulis.
Arief mengatakan, agar dapa segera dinikmati pengrajin tahu dan tempe kedelai yang masuk ini harus cepat didistribusikan.
“Di sini ada Gakoptondo, Bulog, RNI, teman-teman kita ini nanti untuk bantu mempercepat distribusi juga, karena kita tidak bisa sendiri, ini waktunya kolaborasi, dan ini kolaborasi yang baik government-nya ada sektor bisnisnya juga ada,” ujarnya.











