Selain itu, ia mengatakan, Pemprov juga akan menguatkan UMKM melalui program usaha ekonomi bersama (UEB), sehingga itu bisa diandalkan untuk terus menekan angka kemiskinan.
“Sebenarnya di bulan Oktober, November, dan Desember 2022 itu kan sudah bergulir berbagai kegiatan kita, tetapi belum masuk arena survei. Mudah-mudahan segala ikhtiar kita ini, mungkin nanti disurvei Maret 2023 ada keadaan yang akan semakin baik,” ungkap Al.
Tak hanya melalui bantuan sosial, pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini juga mengatakan, pengendalian inflasi melalui langkah-langkah yang terukur sesuai arahan Menteri Dalam Negeri menjadi salah faktor yang turut menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Pemprov juga sudah menyiapkan cadangan pangan yang mencapai 2.400 ton. “Kita persiapkan untuk melakukan langkah-langkah secara teknis bila ada hal-hal yang terjadi secara ekstrem,” ungkapnya.(nna/nda)











