Dikatakan Mumu, akibat jalan diblokir, ia tidak bisa menjemput anaknya ke sekolah.
Kepala SMPN 13 Cilegon, Muntahanah yang dikonfirmasi menyatakan, alasan warga yang memblokir jalan itu karena merasa terganggu oleh aktivitas antar jemput murid oleh orangtua.
Ditemui di SMPN 13 Cilegon, Muntahanah menjelaskan, pemblokiran dilakukan sejak Selasa (17/1).
“Alasannya merasa terganggu saat ada wali murid yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Itu saja alasannya,” ujar Muntahanah, kemarin.
Muntahanah sudah berupaya berbicara dengan RT setempat dan juga sudah melaporkan hal tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon.
Kendati jalan ditutup, ada satu akses jalan lain yang bisa dilalui guru dan murid, namun jalan itu melalui gang sempit.










