TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lambatnya proses penerbitan sertifikat tanah milik salah seorang warga Pamulang yakni Nita Nur Yasin (49) direspons Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel.
Pihak BPN Tangsel mengaku masih melakukan pencarian terkait keberadaan arsip dokumen tersebut.
Kasubag Tata Usaha Kantor BPN Tangsel, Wasito mengatakan, dokumen tersebut saat ini masih dilakukan pencarian oleh Satuan Tugas (Satgas) program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).
“Kami cari dulu berkas buku tanahnya apakah ada di BPN atau tidak. Kalau sudah ketemu baru dilakukan langkah selanjutnya,” singkatnya kepada radarbanten.co.id, Senin 13 Februari 2023.
Nita Nur Yasin (49) mengaku sudah lima tahun belum menerima sertifikat tanahnya yang telah diurus di Kantor BPN Tangsel melalui program PTSL.
Nita Nur Yasin (49) mengatakan, mengurus sertifikat tanahnya tersebut bermula saat dirinya mendapat informasi mengenai program PTSL di Kelurahan Kedaung pada pertengahan 2018 lalu. Namun, sertifikat miliknya tak kunjung terbit.
“Akhirnya saya Kelurahan Kedaung lagi dan kata pihak kelurahan belum jadi juga sertifikatnya. Saya tunggu sampai tahun ke tiga jawabannya sama,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 12 Februari 2023.
Merasa janggal sertifikat rumahnya tak kunjung terbit, Ita pun memutuskan mendatangi Kantor BPN Tangsel untuk mengambil dokumen akte jual beli (AJB) yang diserahkannya sebagai syarat mengurus PTSL.
Namun, dokumen AJB tersebut tidak bisa kembali dengan alasan sertifikat tanah miliknya sudah jadi.
” Saya ketemu sama BPN untuk mengambil AJB saya tapi tidak bisa. Jawaban dari BPN sertifikatnya sudah jadi tapi lagi dicari dan belum ketemu,” tambahnya.
Nita mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat pemblokiran sertifikat tanah dua minggu lalu. Tujuannya agar sertifikat tanah miliknya tidak disalahgunakan.
“Dua minggu lalu surat blokir sudah saya sampaikan ke BPN. Saya datang lagi dan diminta lagi bikin surat pernyataan belum terima sertifikat ke Kelurahan Kedaung,” tambahnya.
Nita berharap, dirinya hingga saat ini menanti iktikad baik dari BPN Tangsel.
“Saya berharap BPN serius tangani masalah ini,” pungkasnya.
Reporter : Angger Gita Rezha
Editor: Ahmad Lutfi











