Menurutnya, Pj Gubernur bukanlah tokoh politik, ia adalah figur akademis birokrat. Adapun kunjungannya ke berbagai daerah dan menyapa masyarakat Banten, Yhannu menyebut itu bukan safari politik, namun hanya menjalankan tugasnya sebagai ASN.
“Jadi beliau itu figur akademis birokrat, bukan politisi. Kita ga bisa mengubah dan mengukur elektabilitasnya, harus di uji dulu,” katanya.
Ia berpendapat, tokoh yang akan maju di bursa Pilgub Banten haruslah merupakan tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi di masyarakat baik itu diwilayah Selatan maupun Utara Banten.
“Kita belum lihat adanya tokoh yang terang-terangan akan maju, dengan mendaftarkan dirinya sebagai Cagub. Jadi kita belum bisa mengukut siapa tokoh yang bisa memangkan Pilgub nanti. Yang jelas tokoh itu nantinya harus memiliki elektabilitas bagus di semua wilayah, karena Banten ini bukan satu tempat saja. Bukan hanya Selatan saja, tapi ada Utara dan Kota-kota lainnya,” jelasnya.
Siapapun tokoh yang maju dalam Pilgub nanti, Yhannu berharap Pilgub sebagai pesta demokrasi rakyat bisa menghasilkan suatu tokoh cerdas dan berkualitas yang dapat memberikan kemajuan bagi Banten.











