Lebih jauh Adib berpendapat serangan-serangan lawan politik PDI Perjuangan maupun Jokowi selama ini juga tidak berpengaruh besar terhadap persepsi publik baik kepada partai maupun kepada Jokowi.
“Saya berpendapat PDIP cenderung akan naik, pasalnya apa? Banyak kelemahan-kelemahan yang diekspos lawan politik, tapi PDIP tetap survive (bertahan-red),” jelasnya.
Kendati demikian, Adib tidak yakin elektabilitas PDI Perjuangan akan bisa menggeser elektabilitas Golkar di Kota Tangsel. “Ini akan berbeda kalau secara nasional dan daerah. Kalau di Tangsel, kedua partai ini bersaing dan imbang. Saya kira efek partai di daerah tidak tinggi juga,” ujarnya.
Sementara itu, pengamatan lain datang dari Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah. Ia angkat bicara terkait hasil survei yang dilakukan oleh salah satu Litbang media nasional. Di mana PDI Perjuangan menduduki posisi paling atas.
“Survei merupakan potret suara publik yang diambil melalui metode random. Populasinya jelas, sehingga kesimpulannya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Subandi, Minggu (26/2).
Namun demikian, Subandi menilai hasil tersebut tidak bisa ditarik vertikal. Maksudnya perolehan suara nasional tidak berarti berlaku di daerah. Terlebih di Kabupaten Tangerang.











