- Layang-layang
Layang-layang mungkin tidak asing, karena di beberapa musim, masih banyak anak-anak yang membuat dan memainkan layang-layang.
Biasanya, Ramadan menjadi bulan yang bertepatan dengan musim bermain layang-layang.
Anak-anak akan menghabiskan sisa hari dengan berkreasi membuat layang-layang terbaiknya.
Dari mulai meraut, membuat kerangka berbagai ukuran, dan memperindahnya dengan koras warna warni.
Belakangan, anak-anak lebih kreatif lagi dengan menambahkan lampu-lampu kecil, sehingga pada malam hari terlihat kelap-kelip menyerupai bintang.
Anak-anak di desa, biasanya bermain layang-layang di persawahan atau lapangan, menjelang malam, layang-layang tidak diturunkan, melainkan tetap dan dibiarkan melayang.

Agar tidak lepas, anak-anak akan mengikat benang pada sebatang pohon atau apa pun yang bisa jadi penahan agar layang-layang tidak lepas dan tetap terbang.
Bahan untuk membuat layang-layang juga sesederhana, hanya membutuhkan bambu, lem, koras, dan benang.
Cara membuatnya juga mudah. Raut bambu hingga menjadi lentur dan mudah dibentuk menjadi lengkungan.
Lalu entuk sesuai dengan pola yang diinginkan. Rekatkan koras atau kertas warna pada pola menggunakan lem.
Pasang dan ikat benang untuk pegangan. Layang-layang sudah bisa diterbangkan.
Kalau repot untuk membuatnya sendiri, di musimnya, banyak yang menjual kerangka layang-layang dan layang-layang yang sudah siap terbang.
Kamu bisa membelinya, dan pilih warna, serta ukuran sesuai keinginan.
Di market place e-commerce seperti tokopedia.com menyediakan kerangka layang-layang atau layang-layang siap terbang, mulai dari Rp. 20.000.
Harganya beragam, tergantung pada kerumitan pola, ukuran dan jenisnya.
Itulah 3 permainan tradisional yang biasa dimainkan saat bulan Ramadan
Penulis: Pipih Shofiah
Editor: Aas Arbi











