CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, menggelar pagelaran seni budaya yang berlangsung di Balai Budaya di Lingkungan Kantor Kelurahan Pabean, Rabu, 27 Desember 2023.
Hal itu dilakuan upaya melestarikan budaya lokal seperti permainan tradisional dan seni budaya.
Adapun permainan tradisional mencakup layangan, gobak sodor, gelatik, kelereng, dampuan, hadroh, enggrang, congklak, templek, loncat karet, kuwuk, petak umpet, dan lainnya.
Sedangkan, untuk seni budaya adalah kasidah, marawis, rudat, bendrong lesung, hadroh, shalawatan, zikir maulid, dalailan, marhabanan, memace atau sedekah hasil panen, dan lain sebagainya.
Pada kesempatan itu, hadir Walikota Cilegon, Helldy Agustian, yang turut menyampaikan support kepada Pemerintah Kelurahan Pabean yang berupaya menjaga dan melestarikan budaya lokal yang dikemas dalam pagelaran budaya.
“Ini sangat bagus dilakukan, kelurahan lain juga bisa melakukan yang sama untuk menghidupkan budaya-budaya tradisi yang sudah lama ditinggalkan ini ditumbuh kembangkan lagi oleh generasi penerus dengan melestarikan budaya lokal di wilayah itu sendiri,” ucap Helldy.
Di tempat yang sama, Lurah Pabean, Nurul Hadiyati, mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari SK (Surat Keputusan) Walikota Cilegon Nomor 140/Kep.281-Dindik/2022 tentang Penetapan Kelurahan Pabean Menjadi Desa Budaya.
“Alhamdulillah Balai Budaya sudah terbangun, untuk perdana atau pemanasan kita gelar pagelaran seni dan budaya yang diisi dengan berbagai perlombaan tradisional,” kata Nurul.
Dari lima RW yang ada di Kelurahan Pabean, kata Nurul, semua sangat antusias mengikuti sejumlah perlombaan tradisional baik ibu-ibu maupun anak-anak.
“Sengaja kita gelar di libur sekolah, bagaimana mengurangi penggunaan main gadget dengan menyelenggarakan permainan tradisional seperti enggrang, dampuan dan lain sebagainya. Jadi bukan hanya melestarikan budaya saja tetapi bisa juga mengurangi penggunaan gadget yang dilakukan anak-anak,” katanya.
Untuk itu, penting dilakukan kegiatan ini ditambah di Kelurahan Pabean sudah banyak yang melakukan budaya tradisional tersebut.
“Makanya kami ingin seni dan budaya ini diwariskan turun temurun jadi bukan hanya kaum tua saja, kaum muda atau kaum anak-anaknya juga mencintai seni dan budaya yang mana sudah diwariskan oleh leluhur sampai anak cucu,” tukasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











