KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan (Benyamin-Pilar) masih menjadi sosok kuat. Keduanya juga memiliki elektabilitas yang tinggi sebagai petahana.
Menurut dosen FISIP UNIS Tangerang Adib Miftahul, jika Benyamin-Pilar mencalonkan kembali sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, besar kemungkinan keduanya menang telak.
Kendati begitu, Adib menegaskan, masih ada peluang bagi rival Benyamin-Pilar untuk menggungguli mereka. Tentunya, rival Benyamin-Pilar harus figur pembaharuan dan memiliki gagasan baru dalam membangun Tangsel.
“Saya kira kalau untuk mengalahkan Benyamin-Pilar harus figur politik yang punya pembaruan, punya isu, ide, gagasan baru, dan visioner yang bisa mengakomodir kepentingan orang-orang urban Tangsel,” ujar Adib, Rabu, 22 Maret 2023.
Adib mengatakan, masyarakat Tangsel adalah masyarakat yang intelektualitasnya cukup tinggi. Mereka juga lebih realistis dalam melihat calon Walikota Tangsel.
Terlebih, yang dibutuhkan masyarakat urban Tangsel hanyalah hidup tenang dam nyaman.
“Yang dibutuhkan masyarakat urban seperti Tangsel itu bagaimana mereka bisa hidup tenang dan nyaman di Tangsel. Udah gitu aja sebenarnya,” jelasnya.
Menurut Adib, jika figur yang mencalonkan diri sebagai Walikota Tangsel hanya modal akan meningkatkan program-program yang sudah ada, dipastikan tidak akan meyakinkan banyak pemilih.
“Apa yang belum dikerjakan Benyamin-Pilar itu yang harus ditawarkan. Tanpa itu tidak akan bisa mengalahkan Benyamin-Pilar,” jelasnya.
Adib melanjutkan, taktik dalam mengalahkan petahana dengan menawarkan gagasan baru bisa saja diperdebatkan, sebab saat Benyamin-Pilar maju di Pilkada 2019 lalu, mereka juga berhadapan dengan figur politik kuat saat itu, seperti mantan Sekda Tangsel Muhammad, keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati dan anak Wskil Presiden Ma’aruf Amin, Siti Nur Azizah. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











