Aktivasi sembilan TPS3R dilakukan untuk memilah sampah sebelum masuk TPAS Cilowong. Kata dia, pengelolaan sampah di lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah DLH Kota Serang. Dari target sebanyak 12 TPS3R baru terealisasi dua TPS3R.
Dua TPS3R yang aktif beroperasi, berada di Kelurahan Sepang dan Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan. Untuk TPS3R Sepang pada Tahun 2022 memperoleh penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Serang.
“Awalnya kita aktifkan TPS3R untuk 12 titik, yang aktif sampai saat ini hanya dua TPS3R,” ujar Farach.
Farach menjelaskan, keberadaan TPS3R sangat berpengaruh terhadap volume sampah yang dikirim ke TPAS Cilowong yang saat ini berkisar 320 sampai 370 ton per hari.
“Kalau TPS3R ini berjalan, maka masyarakat bisa memilah sampah sendiri. Sehingga, sampah yang ke Cilowong jumlah berkurang,” katanya.
Kata Farach, untuk mengaktifkan TPS3R membutuhkan peran serta masyarakat dan anggaran. Untuk anggaran, menjadi kewenangan DLH, kemudian kami menargetkan semua TPS3R aktif tahun ini. (*)
Reporter : Fauzan Dardiri
Editor: Ahmad Lutfi











