Ia menambahkan, banyak dari anak Raja atau Sultan yang enggan melepaskan gelar Tubagusnya menjadi pangeran karena sudah merasa nyaman.
“Banyak dari para anak Raja yang enggan melepaskan gelar Tubagusnya karena sudah merasa nyaman. Seperti Tubagus Raja Suta, putra dari Sultan Ageng Tirtayasa, raja ke 6 Banten. Ibunya Tubagus Raja Suta adalah dari rakyat biasa, dan dinikahi sebelum Sultan Ageng menjadi Raja, atau masih bergelar Pangeran Ratu Adipati,” tambahnya.
Karena kala itu Sulthan Ageng masih bergelar pangeran, maka anaknya bergelar Tubagus Raja Suta. Setelah pangeran Surya (Nama mudanya Sulthan Ageng Tirtayasa) menjadi Raja, seharusnya Tubagus Raja Suta mengganti gelarnya dengan Pangeran Raja Suta.
Akan tetapi, Tubagus Raja Suta enggan mengganti gelar Tubagusnya menjadi pangeran, dikarenakan sudah merasa nyaman.
Diketahui Pada era Sultan Maulana Yusuf, selain Banten mengalami kemajuan, pada era itu pula Sultan membuat peraturan bahwa kelak yang menjadi Raja Banten haruslah laki-laki, atau Pangeran Ratu (Putra Mahkota), dan berasal dari anak Garwa Padmi Premeswari, atau yang lebih kita kenal sekarang dengan dengan sebutan Permaisuri.
Editor Haidaroh











