Dalam periode Januari-Maret 2023, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) telah berinvestasi senilai Rp15,84 Triliun dengan jumlah proyek sebanyak 2.309. Hal itu telah berkontribusi sebesar 61,63% dari total investasi yang masuk ke Banten.
Sementara, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar 38,37% dengan nilai Investasi Rp9,86 Triliun denhan proyek sebanyak 8792 proyek.
Adapun nilai Rp25,7 Triliun itu disumbang paling banyak oleh Kota Tanggerang yang mencapai Rp6,95 Triliun, disusul oleh Kabupaten Tanggerang senesar Rp6,86 Triliun, Kota Cilegon sebesar Rp6,52 Triliun, Kota Tanggerang Selatan sebesar Rp2,23 Triliun, Kabupaten Serang sebesar Rp1,87 Triliun, Kabupaten Lebak sebesar Rp1,05 Triliun, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp182 Milliar dan Kota Serang sebesar Rp20,78 Milliar.
“Kimia dan farmasi adalah bidang usaha yang paling dominan terealisasi investasinya yakni mencapai Rp5,35 Triliun, bidang usaha perumahan, kawasan industr dan perkantoran menduduki peringkat kedua, dengan nilai investasi Rp5,15 Triliunan, bidang transfortasi gudang dan telekomunikasi senilai Rp3,98 Triliun, bidang usaha jasa lainnya terealisasi sebesar Rp2,57 triliun dan bidang usaha listrik, gas dan air senilai Rp2,18 triliun,” terang Virgo yang juga menjabat sebagai Plh Sekda Banten ini.
Sedangkan sebaran investasi PMA berdasarkan asal negara, tercatat ada 5 negara yang paling tinggi investasinya di Banten yaitu Korea Selatan yang telah berinvestasi sebesar 4.965 juta dollar, kedua Malaysia sebesar 1.244 juta dollar, ketiga Singapura sebesar 1.028 juta dollar, Thailand sebesar 468 juta dollar, dan Belanda sebesar 419 juta dollar.
“Investasi penanaman modal tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi investor, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat secara luas. Salah satu manfaatnya adalah penyerapan tenaga kerja. Yang mana penyerapan tenaga kerja pada triwulan ke satu ini sebanyak 26.610 orang TKI, dan 257 TKA,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Ahmad Lutfi











