PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jajaran Puskesmas Banjar memberikan pelatihan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos kepada kader posyandu dan perangkat Desa Kadulimus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut bagian dari program pemberdayaan Puskesmas Banjar dalam rangka memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman yang bermanfaat meningkatkan gizi masyarakat.
Kepala Puskesmas Banjar, Ivan Sofiyana mengatakan, pelatihan pembuatan pupuk kompos ini diikuti kader posyandu, Ketua PKK desa dan ketua RT Desa Kadulimus.
“Pupuk kompos dibuat dari limbah sampah organik yang ada di sekitar rumah. Bisa dari sampah sisa makanan mulai dari sayur-sayuran, kertas bekas, dedaunan, rumput, buah-buahan yang busuk dan banyak lagi,” katanya, Minggu, 18 Mei 2023.
Pembuatan pupuk kompos dari limbah sampah ini sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan. Jadi ketika sampah tidak diolah dengan baik bisa mencemari lingkungan dan tidak baik juga untuk kesehatan.
“Sehingga diperlukan pengolahan limbah yang baik dan benar. Menjadikan sampah yang tadinya tidak berguna bisa diubah menjadi pupuk kompos yang lebih berguna untuk menyuburkan tanaman sekaligus peningkatkan gizi masyarakat dari tanaman bermanfaat yang ditanam,” katanya.
Pengolahan limbah sampah organik menjadi pupuk kompos menjadi salah satu program pemberdayaan Puskesmas Banjar. Pupuk kompos selain dapat menyuburkan tanaman tetapi juga bernilai ekonomis.
“Maka dari itu kita juga gencar turun ke masyarakat. Memberikan pemahaman bagaimana cara membuat pupuk kompos dari limbah sampah organik kepada masyarakat,” katanya.
Pemberdayaan ini dilakukan tidak hanya di Desa Kadulimus tetapi di semua desa di Kecamatan Banjar. Saat ini tinggal tersisa 3 desa dari 11 desa di Kecamatan Banjar.
“Jadi sudah dilakukan di delapan desa. Yang diikuti oleh ketua PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua RT, RW, bidan desa, dan kader desa.
Ivan berharap dengan adanya progam yang dilakukan oleh Puskesmas Banjar ini dapat memberikan pengetahuan serta meningkatkan derajat kesehatan dan memberikan kesejahteraan masyarakat.
“Sebab pembuatan pupuk kompos itu tidak susah dan bahan bakunya juga banyak di sekitar rumah. Hanya tinggal mengumpulkan sampah organik, lalu dilakukan pencacahan, dan pendiaman dalam tempat tertutup rapat setelah menghasilkan pupuk kompos,” katanya.
Ketua TP PKK Desa Kadulimus, Siti Nurohmasati mengapresiasi, Puskesmas Banjar yang memiliki program kerja berupa pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik limbah rumah tangga.
“Bawa program kerja sekaligus langsung diajari karena memang langsung praktek. Tentu ini sangat bermanfaat bukan hanya menyuburkan tanaman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga menciptakan lingkungan sehat yang bersih dari sampah organik,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aditya











