Kemudian mereka terkena gusuran pembangunan pabrik dan harus berpindah tempat tinggal.
“Rata-rata mereka pindah ke Kecamatan Anyar, mereka baru dapat uang ganti rugi kemudian membangun rumah di wilayah situ,” ujarnya.
Namun, Imron mengaku belum banyak mendapatkan informasi terkait profesi warga di Kampung Sultan tersebut. “Saya belum ngobrol jauh kalau soal profesi,” ujarnya.
Imron mengaku sedang fokus untuk melengkapi administrasi di kampung tersebut. “Saya sedang beresin administrasinya dulu,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











