CIELGON, RADARBANTEN.CO.ID – Karantina Pertanian Cilegon menyebut Talas Beneng menjadi komoditas unggulan Banten untuk diekspor.
Karantina Pertanian Cilegon mencatat ekspor Talas Beneng setiap tahunnya. Salah satu negara tujuannya adalah Australia.
Baru-baru inu, sebanyak 3,2 ton Talas Beneng dan olahannya di ekspor ke negeri Kangguru tersebut.
Lalu, apa yang membuat Talas Beneng bisa diminati luar negeri dan menjadi komoditas ekspor unggulan?
Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi menjelaskan, Talas Beneng merupakan tanaman lokal yang sangat besar potensinya untuk ekspor, bahkan tak hanya daunnya, tapi juga diekspor dalam bentuk tepung pati dan tepung tales, tepung kulit, anyaman pelepah kering.
“Pati dan tepung olahan umbi talas beneng juga mempunyai kandungan gizi yang baik,” ujar Arum, Kamis 25 Mei 2023.
Tanaman talas beneng ini memiliki umbi yang bisa mencapai berat hingga 20 kg. Umbi dengan nama latin Xantoshoma undipes k. Koch, ini mempunyai kandungan nutrisi, meliputi kandungan protein 2,01 persen, karbohidrat 18,30 persen, lemak 0,27 persen, pati 15,21 persen, dan kalori sebesar 83,7 kkal.
Di Banten, terdapat 263 hektare produksi Talas Beneng yang tersebar di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lebak.
Menurutnya, Talas Beneng merupakan endemik tanaman endemis yang cocok untuk dibudidayakan didaerah perbukitan dan lahan yang dibawah naungan atau tumpang sari.
“Talas Beneng ini tanaman yang paling hebat, tahan dengan berbagai penyakit, bahkan ulat, serangga, kutu putih juga takut sama tanaman ini. Akar tanaman ini tidak merusak tanah dan hutan , bahkan membantu konservasi hutan. Sehingga sangat bagus untuk dibudidayakan,” papar Arum.
Dengan kandungan gizi yang cukup tinggi ini, maka komoditas ini memiliki potensi besar untuk dijadikan bahan pangan lokal subtitusi beras dan tepung terigu. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Abdul Rozak











