“Karena ini situasinya di Indonesia, kita berharap di kita (Provinsi Banten-red) bisa terkendali,” tuturnya.
Ditegaskan, Pemprov Banten akan terus memantau keadaan pasar. Bila diperlukan, Pemprov Banten akan melakukan intervensi melalui operasi pasar.
Al juga mengungkapkan salah satu pemicu fluktuasi harga telur dan daging ayam adalah pada masalah pakan akibat terganggunya pasokan jagung.
Pihaknya, melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan PT Agro Bisnis Mandiri (ABM) akan mengomunikasikan kepada para petani untuk meningkatkan produksi jagung.
Sementara itu, salah satu pembeli di operasi pasar murah, Lena Lismaya (38), warga Kedalingan, Kelurahan Cipare, mengaku bersyukur dengan pasar murah ini karena cukup membantu kebutuhan keluarganya dan usaha dagang kecilnya.
Dengan operasi pasar ini, ada selisih harga yang mencapai Rp 3.000 hingga Rp 4.000 dibandingkan harga di pasar.
Sebagai informasi, operasi pasar ini merupakan kerja sama Pemprov Banten dengan Warung Banten PT ABM.
Harga barang kebutuhan pokok yang dijual, yakni telur ayam Rp 27 ribu per kilogram, daging ayam Rp 29 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 14 ribu per liter, gula pasir Rp 13 ribu per kilogram, beras Rp 12 ribu per kilogram, serta tepung terigu Rp 10 ribu per kilogram. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agus Priwandono











