TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tangsel menyoroti data untuk Pemilu 2024 yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel.
Ketua Bawaslu Tangsel Muhamad Acep mengaku, sampai saat ini pihaknya kesulitan dalam mencari tahu data Pemilu yang dimiliki Disdukcapil seperti persoalan NIK ganda, pindah data dan data orang meninggal.
Bahkan pihaknya telah mengirim surat permintaan data ke Disdukcapil tapi tidak pernah ditanggapi.
“Beberapa hal kendala yang kami hadapi dalam pengawasan Daftar Pemilih Tetap (DPT), surat kami enam bulan atau tujuh bulan lalu sampai hari ini tidak dijawab oleh Disdukcapil Tangsel, terkait minta data orang meninggal, pindah data dan NIK ganda,” ujar Acep di forum kunjungan kerja anggota Komisi II DPR RI yang dihadiri Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan di ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Selasa 6 Juni 2023.
Acep juga telah berkirim surat ke Bidang Pemakaman pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kota Tangsel, sebulan yang lalu namun juga belum mendapat balasan.
“Gak tau datanya ada atau tidak, tapi yang jelas itu kesulitan kami dalam melakukan pengawasan DPT di Tangsel,” tambahnya.
Acep kembali menegaskan persoalan NIK ganda, pindah data dan data orang meninggal merupakan tugas dan tanggung jawab Disdukcapil dan sebagai pengawas Pemilu, Bawaslu harus tahu data pemilih yang bermasalah untuk diberikan masukan ke KPU Tangsel.
“Seperti tadi, NIK atas nama Acep, pas kita cek di DPT online, NIK-nya dimiliki Syaiful, nah inikan NIK ganda, kita harus tau dan akan kita berikan ke KPU Tangsel, bahwa data ini double,” jelasnya.
Di tempat yang sama Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan membantah adanya surat yang dikirim Bawaslu Tangsel ke Disdukcapil. Menurut Dedi sampai saat ini pihaknya tidak menerima surat apapun dari Bawaslu Tangsel.
“Kalau saya terima surat pasti saya disposisi, pasti saya tindaklanjuti. Makanya mana suratnya? Sampai tidak? KPU Tangsel selalu bersurat selalu saya jawab dan tindaklanjuti dan kalau diundang selalu saya datang,” tegas Dedi.
Dedi mengatakan, dirinya akan tetap mencari tahu keberadaan surat dari Bawaslu tersebut dengan mengkonfirmasi ke stafnya di Disdukcapil. “Ya makanya mari kita cek ada kesalahan dari staf saya atau tidak? makanya kita cek,” jelasnya.
Menurut Dedi, dirinya secara pribadi telah mengirim pesan whatsapp ke Ketua Bawaslu Muhamad Acep dengan memberikan data-data yang diminta Acep.
Dedi menambahkan pihaknya selalu meng-update data untuk Pemilu 2024, data tersebut melalui satu pintu dari Kemendagri RI
“Dimana data itu kami dapatkan setiap satu semester, hanya memang tiap hari kita kan selalu ada migrasi data baik penduduk yang datang dan keluar, termasuk meninggal, itu yang bisa mengubah DPT,” ujarnya
Menurut Dedi pada prinsipnya apapun yang diminta Bawaslu Tangsel, oleh pihaknya akan diberikan sesuai dengan SOP.
“Tadi kalau minta pindah datang saya siap memberikan agregat nya berapa, sebetulnya secara agregat mudah kok. Kami beberapa pertemuan diantaranya hadir Bawaslu Tangsel saya sampaikan hitungan perhari itu rata-rata 150-200 pendatang, lalu yang keluar antara 50-100 orang tiap hari,” jelasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











