TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten Kunto Wibowo akan mengintensifkan program jaminan ketenagakerjaan ke desa-desa di Banten.
Warga di desa-desa yang memiliki berbagai aktivitas pekerjaan perlu ikut program jaminan ketenagakerjaan dan merasakan manfaatnya, baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.
“Di Banten ini saya ingin masuk hingga desa atau goes to desa. Jadi, kerja keras bebas cemas masuk desa,” ungkap Kunto didampingi Wakil Kepala Wilayah Bidang Umum dan SDM R Eri Pradono saat berbincang dengan wartawan di Kota Tangerang, Rabu, 14 Juni 2023.
Kunto yang menjabat Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten sejak Mei 20023 lalu mengungkapkan, peserta BPJS Ketenagakerjaan itu ada pekerja formal atau penerima upah dan pekerja non formal atau bukan penerima upah (BPU).
Di Banten, lanjut dia, baru ada 480 peserta BPU. Karena itu ia ingin jumlah itu dilipatduakan atau menjadi 800 peserta.
Kunto optimis peserta BPU akan meningkat karena jumlah pekerja di Banten sebagian besar merupakan pekerja informal. Namun sayang banyak pekerja informal di desa-desa belum memahami program BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk itu, sosialisasi ke desa-desa akan terus ditingkatkan agar masyarakat di desa memahami program jaminan ketenagakerjaan.
“Mindset program BPJS Ketenagakerjaan hanya untuk yang bekerja di pabrik atau perusahaan itu harus diluruskan. Jadi semua warga yang memiliki aktivitas pekerjaan itu perlu masuk program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Semua aktivitas pekerjaan, lanjut dia, memiliki risiko. Jika risiko itu terjadi, seperti kecelakaan kerja atau meninggal maka akan dapat jaminan berupa santunan.
“Manfaatnya tidak hanya untuk peserta, juga keluarga atau anak-anaknya. Keluarga dapat santunan bila peserta meninggal dunia. Anak-anaknya mendapatkan beasiswa,” ungkap Kunto.
Sementara untuk peserta dari pekerja formal, sebut dia, di Banten sampai saat ini baru 2,8 juta. Dari jumlah itu, ada 2,1 juta yang masih aktif bayar iuran.
Ia melanjutkan, peserta dari sektor formal juga akan terus ditingkatkan
Editor: Aas Arbi











