PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Pandeglang Irna Narulita memberikan isyarat untuk menunda pelantikan Sekda Definitif Kabupaten Pandeglang.
Penundaan pelantikan Sekda Definitif dilakukan karena Bupati Irna ingin terlebih dahulu melakukan rotasi dan mutasi Pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Pandeglang.
Alasannya, karena terdapat enam OPD yang kosong karena pensiun. OPD itu yakni Disdikpora, Bappeda, Asda I, BPBD, DPMPTSP, dan Diskomsantik.
Kekosongan itu tentunya perlu segera diisi agar roda pemerintahan dapat berjalan secara optimal. Terutama OPD Besar di antaranya Bappeda, DPMPTSP, dan Disdikpora.
Namun untuk melakukan rotasi dan mutasi dapat dilakukan setelah adanya surat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara.
Setelah surat dari KASN turun maka Bupati Irna akan melakukan pelantikan Sekda Definitif sekaligus Pejabat Eselon II hasil rotasi dan mutasi sebagai bentuk efisiensi.
Artinya Bupati Irna ingin pelantikan sekda berbarengan dengan pelantikan Pejabat Eselon II yang bertujuan dalam rangka efisiensi agar tidak harus melakukan lelang jabatan ulang untuk pengisian jabatan kepala OPD yang masing kosong.
“Jadi alangkah efisien dan efektifnya kalau pelantikan Sekda saya gabung (pelantikan Sekda sekaligus pejabat Eselon II-red). Jadi tunggu ya (waktu pelantikan Sekda Definitif-red),” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut Bupati Irna menjelaskan, kalau untuk pengisian Sekda Definitif sudah turun. Akan tetapi namanya masih dirahasiakan karena Irna berkeinginan agar pelantikan dapat dilakukan bersama Pejabat Eselon II hasil rotasi dan mutasi.
“Nah saya usulkan (izin melakukan rotasi dan mutasi pejabat Eselon II) lagi ke KASN. Jadi sekaligus saya melantiknya,” katanya.










