SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.030 anak usia 0-5 tahun di Kota Serang terkena stunting, berdasarkan data tahun 2023.
Dari 1.030 balita tersebut, angka stunting terbanyak berada di wilayah perkotaan. Yakni, Kecamatan Serang sebanyak 523 balita.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, dari jumlah balita yang terkrna stunting pada swmester pertama tahun 2023 itu anak di bawah usia dua tahun yang terkena stunting sebesar 414 anak.
Artinya, sebanyak 616 anak di usia 2-5 tahun di Kota Serang masih terdampak stunting.
Padahal, periode emas anak untuk membutuhkan asupan gizi agar dapat terhindar dari stunting dihitung sejak dalam kandungan, hingga usia dua tahun, atau biasa disebut seribu hari pertama kehidupan (HPK).
“Jumlah angka stunting sebanyak 1.030 balita 0-5 tahun. Di angka dua tahun sebanyak 414 anak. Yang jelas begini, seribu hari pertama kehidupan itu dari janin sampai seribu itu dihitung jadi dua tahun. Itu lah periode emas yang sangat dibutuhkan asupan gizinya,” katanya.
Ia menjelaskan, seribu hari pertama kehidupan bagi anak sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak, sehingga anak dapat mengambil keputusan dan tindakan dengan baik.
“Itu penting karena periode emas pertumbuhan kognitif atau pertumbuhan otak di butuhkan. Akhirnya balita lebih gampang mengambil keputusan atau tindakan, misalnya ambil mainan atau yang lainnya,” tuturnya.
Ia juga menyebut, dari 1.030 anak yang terkena stunting tersebut tersebar di enam kecamatan yang berada di Kota Serang
“Kalau daerah paling tinggi stunting, Kecamatan Taktakan 182, Curug 85, Walantaka 99, Kasemen 178, Kecamatan Serang 523, Cipocok Jaya 23 di tahun 2023,” ujarnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











