LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menggali dan mengoptimalkan PAD dalam segala sektor di Lebak.
Ketua DPRD Lebak, M. Agil Zulfikar mengatakan, keberadaan Pansus PAD tersebut merupakan bagian dalam menggali potensi dan memaksimalkan PAD Lebak.
“Niatannya membantu eksekutif untuk menggali potensi PAD, bukan konfrontir karena sejauh ini saya kira bahwa dengan eksekutif sama dengan kita, untuk menggali potensi PAD sebanyak mungkin,” katanya, Senin, 10 Juli 2023.
Dijelaskannya, tujuan pembentukan Pansus PD karena keadaan yang dirasakan oleh eksekutif dan legislatif yang melihat pengelolaan PAD belum maksimal.
“Lantas tujuan apa? Pansus ini, setiap eksekutif dan legislatif selalu diberikan keadaan yang dilematis. Dilematisnya apa, kebutuhan banyak tetapi duitnya enggak ada,” ujarnya.
Diungkapkannya, jika tidak ada pengelolaan PAD yang secara masif maka pengelolaan PAD di Lebak tidak akan maksimal.
“Kalau kondisinya kita biarkan, untuk tidak ada proses yang serius, untuk mencari PAD yang lebih masif, maka kalau ilustrasi rumah tangga itu, sudah cerai,” ungkapnya.
Agil menuturkan kenapa disebut cerai, karena tidak bisa mengatur kebutuhan, yang bisa diatur itu pendapatan, seharusnya mencukupi kebutuhan.
“Nah begitu pun Pansus PAD ini, karena niatanya agar mencari pendapatan, karena banyaknya kebutuhan di Kabupaten Lebak,” tutur Agil.
Agil mencontohkan, karena banyak sektor infrastruktur di Lebak yang saat ini masih rusak dan harus diperbaiki.
“Infrastruktur kita masih ada sekitar 200 kilometer jalan Kabupaten yang rusak. Belum status jalan poros Desa. Infrastruktur pendidikan kita, IPM kita masih terendah, kesehatan dan lain-lain ya,” ungkapnya.
Ditambahkan Agil, potensi utama PAD di Lebak masih berfokus di pajak dan retribusi dalam membantu pembangunan di Lebak.
“Legislatif dan eksekutif seiringan dengan Pansus PAD, untuk menutupi potensi kebocoran PAD. Untuk mengali potensi yang baru dan menutupi potensi yang bocor, jadi yang bocor tersebut ditambal agar duitnya juga bisa dirasakan masyarakat,” ucapnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono










