TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Perusahaan Perseroan Daerah Pembangunan Investasi Tangerang Selatan ( Perseroda PITS) diketahui mengembangkan usaha air bersih dengan dua cara. Yakni, memberikan subsidi kepada warga dan mengambil keuntungan dari swasta.
Direktur Utama (Dirut) Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman mengatakan, sejak berubahnya badan hukum PITS dari PT (perusahaan induk) menjadi Perseroda, PITS mulai fokus menjalankan satu bidang usaha, yakni bisnis air bersih.
Dalam menyalurkan dan menjual air bersih, Perseroda PITS membagi tiga kategori konsumen, yakni saluran rumah untuk warga, Unit Meter Kecil (UMK) untuk usaha rumahan dan Unit Meter Besar (UMB) untuk ritel, mal, dan kawasan komersil lainnya.
Khusus untuk SR dan UMK, kata Hendra, Perseroda PITS menjual air subsidi. Artinya, Perseroda PITS tidak mengambil keuntungan apa pun, justru PITS menombok selisih biaya penjualan air ke sambungan rumah dan UMK tiap bulan.
“Kami jual air ke SR (sambungan rumah) dan UMK itu Rp 7 ribu sekian, Tapi SR dan UMK cukup bayar Rp 6 ribu sekian per meter kubik, kami yang menutup selisihnya,” ujar Hendra kepada RADARBANTEN.CO.ID di kantornya, Kamis, 13 Juli 2023.
Menurut Hendra, PITS telah memiliki 6.500 pelanggan dari masyarakat kategori sambungan rumah dan usaha rumahan kategori UMK di Kecamatan Pamulang, Ciputat, dan sebagian masyarakat di Ciputat Timur.
Mereka membayar tagihan rata-rata Rp 150 ribu – Rp 250 ribu per bulan, tergantung pemakaian air.
PITS juga menyalurkan air bersih untuk 22 Unit Meter Besar (UMB), yakni untuk ritel, mal, dan kawasan komersil lainnya, dengan harga Rp 8 ribu sekian per meter kubik.
Khusus UMB, PITS baru mengambil untung dari penjualan air bersih.
“Kalau untuk UMB, kita ambil keuntungan, modal kita Rp 7 ribu sekian, kita jual Rp 8 ribu sekian per meter kubik kepada UMB,” jelas Hendra.
Hendra mengatakan, Perseroda PITS sampai saat ini dalam menjual air bersih masih bekerja sama dengan pihak ketiga.
Pihak ketiga inilah yang sepenuhnya berinvestasi dalam membangun instalasi pengelolaan air dan perawatannya.
Kerja sama ini berlangsung hingga 30 tahun ke depan, setelah itu PITS yang menguasai semua instalasi pengelolaan air tersebut. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











