KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Tangsel masih menghadapi defisit pasokan air bersih yang signifikan. Berdasarkan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) dalam RPJMD 2025–2039, kebutuhan air mencapai lebih dari 5.700 liter per detik (LPS).
Namun, kapasitas yang tersedia saat ini baru sekitar 300 LPS, yang dikelola Perseroda PITS dengan melayani 15 ribu pelanggan.
Direktur Utama Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman, mengungkapkan, meski kerja sama pembangunan SPAM Kali Angke–Cisadane bersama PT Palyja Tirta akan menambah 990 LPS, angka itu tetap jauh dari kebutuhan riil.
“Kalau kita menambah Karian-Serpong pada 2028 sebesar 650 LPS dan Karian-Timur 2031 sebesar 1.150 LPS, kita masih memiliki defisit sekitar 1.500 LPS,” jelasnya, Sabtu 27 September 2025.
Hendra memastikan proyek Karian-Serpong yang sebelumnya sempat tertunda akan kembali berjalan pada 2028.
“Tahap awalnya akan langsung mengalir ke perumahan Villa Mutiara. Berita terakhir menyebut, proyek Karian-Serpong akan segera berjalan kembali,” katanya.
Sementara itu, proyek Karian-Timur yang mereka proyeksikan beroperasi pada 2031 juga akan menambah kapasitas layanan hingga 1.150 LPS. Kedua proyek ini diharapkan mampu memperkuat pasokan meski belum sepenuhnya menutup kekurangan.
Menurut Hendra, pengembangan jaringan air perpipaan membutuhkan biaya besar. Rata-rata pembangunan satu sambungan rumah (SR) membutuhkan Rp10–12 juta.
“Kalau seribu SR saja, biayanya sudah Rp12 miliar. APBD jelas tidak bisa menanggung semuanya. Karena itu, kami memilih kemitraan dengan swasta sebagai pilihan realistis,” ungkapnya.
Meski masih banyak tantangan, Hendra optimistis kondisi keuangan PITS semakin membaik.
“Sejak 2024 kita mulai membaik. Insya Allah di 2025–2026 sudah tidak ada lagi cerita rugi, melainkan cerita untung. Yang penting masyarakat bisa menikmati pelayanan air bersih yang lebih baik,” tegasnya.
Editor: Aas Arbi











