SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasca Idul Adha 2023, harga daging ayam di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, masih tinggi.
Akibatnya, penjual dan pembeli daging ayam mengeluh lantaran kenaikan harga daging ayam sudah terjadi sejak tiga bulan lalu.
Ujang (32), penjual daging ayam di Pasar Induk Rau, mengatakan bahwa harga daging ayam yang dijualnya terus mengalami kenaikan sejak dari tiga bulan yang lalu.
“Harga biasanya daging ayam berkisar Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Selama tiga bulan terakhir ini naik mulai dari harga Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu,” ujarnya, Jumat, 14 Juli 2023.
Ujang mengaku, dagangannya menjadi sepi pembeli akibat dari harga daging ayam yang masih tinggi.
“Untuk pembeli sepi, saat ini paling-paling dari langganan yang biasa untuk dijual kembali. Kalau tidak dipaksakan jualan, saya khawatir malah pelanggan pada lari. Jadi mau mahal atau murah ya sudah sediain saja,” katanya.
Ujang juga menyebut, harga daging ayam yang ia jual akibat dari harga dari peternak sudah tinggi. Bahkan, ia juga mengatakan, banyak penjual hanya sedikit menjual daging ayam.
“Kalau harga lagi normal lapak-lapak yang ada di sisi saya pasti pada buka, kalau ini kan banyak yang tutup. Karena banyak yang tidak kuat modalnya sedangkan keuntungan tipis,” tuturnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil dari pembeliannya selama ini di peternakan, kenaikan harga ayam itu akibat pakan ternak yang mengalami kenaikan.
“Naiknya itu dari pakan, dari pitiknya (anak ayam) itu katanya mah,” ucapnya.
Ujang berharap harga daging ayam bisa kembali normal, agar pembeli kembali ramai dengan harga yang terjangkau.
“Harapannya sih biar bisa harga kembali normal lagi, kalau harga daging ayam murah kan, pembeli juga bisa ramai lagi,” katanya.
Patmawati (47), salah satu pembeli, merasa keberatan dengan harga daging ayam itu.
Dia juga berharap, agar harga daging ayam bisa kembali turun dan tidak memberatkan masyarakat.
“Ini mah naiknya kabanyakan. Kalau bisa mah cepet turun, cepet stabil lagi harganya,” tuturnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











