PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 75 siswa SD Negeri Kiarajangkung, Desa Kiarajangkung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat. Tiga ruang kelasnya rusak berat.
Tenda darurat dibuat atas inisiatif pihak sekolah bersama komite yang khawatir melihat bangunan tiga ruang kelas pada bagian temboknya sudah pada retak dan belah, sehingga terancam ambruk.
Menurut Kepala SDN Kiarajangkung, Ade Rahman Hakim mengatakan, siswa yang belajar di tenda darurat kelas I, II, dan kelas III.
“Terpaksa belajar di tenda darurat karena kondisi bangunan ruang kelas dalam kondisi rusak berat. Sudah mau ambruk,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 20 Juli 2023.
Ade menjelaskan, kondisi tembok bangunan sudah retak dan belah. Serta, fondasi tiang juga sudah bergeser dari posisi semula antara 5-10 sentimeter.
“Sehingga kondisinya sudah sangat membahayakan. Khawatir secara tiba-tiba ambruk,” katanya.
Adanya rasa khawatir itu, diungkapkan Ade, dari pihak Komite Sekolah bersama Dewan Guru mengusulkan agar pelaksanaan KBM di halaman sekolah saja. Sedangkan, ketiga ruang kelas tersebut jangan digunakan lagi.
“Akhirnya kami sepakat dan terkait membuat tenda darurat diupayakan dari sekolah dan komite sekolah dulu. Untuk beli tenda pakai uang pribadi sebesar Rp 1 juta,” katanya.
Pada saat ini, tenda darurat sudah selesai. Namun, memang masih mengalami kekurangan. Artinya belum tertutup rapi secara maksimal.
“Rencana dari relawan Kampung Siaga Bencana akan memasang tenda dari Dinas Sosial. Untuk membantu melengkapi pemasangan tenda darurat,” katanya.
Pemasangan tenda darurat dilakukan kemarin dan hari ini mulai digunakan untuk KBM. Siswa kelas I berjumlah 28 orang, kelas II ada 23 orang dan kelas III ada 24 orang.
“Ini hari pertama siswa belajar di tenda darurat di tahun ajaran baru 2023-2024. Semoga saja secepatnya mendapatkan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB),” katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Iing Andri Supriadi mengaku, prihatin atas kondisi SDN Kiarajangkung.
“Ini harus segera diatasi sesegera mungkin untuk keberlanjutan pembelajaran bagi para siswa dan siswi. Tahun ini juga harus segera dibuatkan RKB,” katanya.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang, Beni Madsira mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan dari anggota KSB Cibitung.
“Kemarin saya sudah perintahkan bila perlu pasang tenda KSB untuk anak belajar sementara. Cuma keterangan dari KSB Cibitung pihak sekolah sama wali murid sudah bikin dari terpal,” katanya.
Apabila dari pihak sekolah memerlukan tenda tambahan, tinggal komunikasi sama KSB. Nanti KSB akan pasang tenda dari Dinas Sosial.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan camat dan juga Kepsek. Pemasangan tenda tentunya sangat penting untuk dunia pendidikan agar kegiatan KBM tidak terhambat karena termasuk hal yang sangat urgen,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











