PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita memarahi para tersangka penyelundup pupuk bersubdi di halaman Mapolres Pandeglang.
Bupati Pandeglang Irna Narulita terpancing emosinya karena kelakuan oknum petani dan agen tidak ada jeranya mencari keuntungan pribadi namun merugikan petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi untuk menyuburkan tanamannya.
Adapun para tersangka tindak pidana penyelundupan pupuk bersubsidi berinsial AH, JI, Hj, JP.
Sebelum memarahi para tersangka, Bupati Pandeglang Irna Narulita terlebih dahulu mengapresiasi kinerja Polres Pandegang dalam perjuangan penanganan kriminal, masalah pencurian, masalah uang palsu, serta modus penyelundupan pupuk bersubsidi seperti ini.
“Terima kasih atas gerakan penanganan yang memprihatinkan ini (penyelundupan pupuk bersubsidi). Saya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat terkait masalah pupuk bersubsidi ini agar tidak terjadi kelangkaan, tapi memang pemaennya gak ada efek jeranya,” katanya di Mapolres Pandeglang, Senin, 24 Juli 2023.
Bupati Irna menegaskan, mereka kelompok tani juga menjadi agen dan ada peluang menguntungkan pribadinya. Celah – celah itu dilakukan.
“Karena ini sudah masuk masa tanam ke tiga dan kita penanaman ada empat semester. Dan bahkan kemarin pak Menteri datang bahwa Kabupaten Pandeglang harus, melakukan gerakan percepatan tanam karena akan menghadapi El Nino, ada saja pelaku penyelundupan pupuk bersubsidi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Irna memarahi para tersangka lantaran telah mengambil hak kelompok tani. Menjual pupuk dibutuhkan oleh petani ke luar daerah.
“Anak – anaku (para tersangka) para agen, para kelompok tani juga, kalian enggak ada jeranya. Ini hak – haknya kelompok tani yang menunggu, kadang – kadang mereka marah kepada Ibu Bupati, mana pupuk bersubsidi, mana pupuk bersubsidi yang mau mereka pakai, ini perbuatan – perbuatan tidak manusiawi, menurut saya,” katanya.
Kabupaten Pandeglang ini daerah agraris. 70 persen profesinya petani.
“Anda malahan menipu mereka, padahal kita mengawal mereka, para pahlawan pangan. Kalian buat malu muka Pemkab Pandeglang, modus seperti ini sudah kalian lakukan berapa kali,” katanya.
Bupati menyarankan, kepada para tersangka agar mencari uang yang halal. Jangan merusak penataan di sektor pertanian.
“Nama baik Pandeglang dijaga, karena kita kontributor terbesar pangan di Provinsi Banten. Anak istrimu malu, kamu tanggung akibatnya, bukan ibu enggak mau bantu tapi kamu mengganggu nasib para petani pahlawan pangan,” katanya.
Bupati Irna menilai, bahwa oknum yang lain masih berkeliaran. Ini yang Ketahun baru 25 ton mungkin yang lolos ada ini.
“Naudzubillah min dzalik. Saya selalu didemo dan di-whatsapp sama petani. Kita sudah blacklist agen-agen,” katanya.
Berapa puluh agen sudah di-blacklist karena nakal. Oleh karenanya perlu dilakukan revitalisasi agen pupuk.
“Kita perlu lakukan revitalisasi, agen – agen tidak memiliki integritas, semuanya di blacklist. Terima kasih kepada Kapolres beserta jajaran kinerja sangat luar biasa,” katanya.
Salah satu tersangka AH dari Sukaresmi mengakui, sudah menjual pupuk bersubsidi ke luar daerah sebanyak 38 ton sama 25 ton.
“Pertama itu kirim ke Bandung dan kedua ke Blora, Garut dan Gerobogan. Setiap satu karung itu mengambil keuntungan cuma Rp10 ribu dan satu mobil itu untung Rp2 juta,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











