TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kisah memilukan terjadi pada diri Lila Rahmadhani, siswa berprestasi yang tidak lolos masuk ke SMAN 9 Kota Tangsel.
Lila merupakan siswa beprestasi, terutama dibidang kepramukaan. Sederat sertifikat penghargaan telah ia dapatkan selama menekuni kegiatan kepramukaan, diantaranya sertifikat juara bergilir, juara 1 LKBBT putri dan sertifikat Juara 1 Pionering putri.
Ia juga telah mengemas tujuh piala karena berhasil mempertahankan ranking sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Tsanawiyah.
Ayah Lila, Supriyanto mengatakan, kini anaknya terus murung di kamar mendengar tidak bisa masuk ke SMAN 9 Kota Tangsel. Ia mengakui mental anaknya drop ketika mengetahui kabar tidak lolos ke SMAN 9 Kota Tangsel.
“Sekarang anak saya hanya berdiam diri di kamarnya, dia belum mau sekolah sekarang, karena dia pingin sekali masuk ke SMAN itu,” ujar Supriyanto ditemui di rumahnya di Kampung Cilalung, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Jumat 28 Juli 2023.
Supriyanto mengatakan, saat awal pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ia mencoba mendaftarkan anaknya melalui jalur zonasi. Bukan tanpa alasan, ia mendaftar melalui jalur zonasi karena di awal telah mendapat informasi bahwa pendaftaran tidak bisa melalui jalur prestasi.
“Setelah mendapat informasi itu, saya sudah minder duluan, akhirnya saya masuk melalui jalur zonaisi dan tidak lolos,” ujarnya. Menurut Supriyanto, ia justru menemukan seorang anak yang rumahnya lebih jauh ke sekolah ketimbang dari rrumahnya, justru lolos.
Supriyanto mengatakan, ia terus berupaya mencoba keberuntungan dengan membawa sejumlah sertifikat dan piala anaknya ke SMAN 9 Kota Tangsel, tapi mendapat penolakan. “Kata orang bagian penerimaan PPDB tidak bisa,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











