SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tahun ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten mengucurkan anggaran sebesar Rp 240 miliar. Anggaran ini untuk menjalankan program peningkatan sarana dan utilitas alias PSU.
Kepala DPRKP Provinsi Banten, M Rachmat Rogianto mengatakan, program PSU itu nantinya akan menyasar 1.800 titik yang tersebar di delapan wilayah Kabupaten dan Kota se-Banten.
“Di tahun 2023 ini memiliki program PSU untuk 1.800 titik, saat ini kita sedang verifikasi dan validasi dari titik-titik itu. Kita lihat dulu titik-titik yang diajukan oleh masyarakat itu kewenangannya milik siapa,” kata Rahmat kepada RADARBANTEN.CO.ID di ruang kerjanya, Jumat, 28 Juli 2023.
Rahmat mengatakan, program PSU berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat. Yang mana, pihaknya menampung masukan dari masyarakat mengenai titik-titik dari PSU.
Adapun bentuk dari PSU sendiri dapat berupa jalan pemukiman, Balai Desa, dan MCK di lingkungan masyarakat. Ini program padat karya.
Ia pun menjelaskan, tujuan dari program PSU ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Yang mana, dengan mempunyai jalan pemukiman, Balai Desa, dan sumber air yang baik maka tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat juga bisa turut meningkat.
“Melalui PSU ini kita ingin perbaiki jalan pemukiman warga yang tadinya becek, menjadi bagus. Sumber air yang tadinya kering atau kotor menjadi bersih. Tentunya dengan begitu tingkat kesejahteraan masyarakat melalui perekonomian mikro nya dapat meningkat,” ungkapnya.
Program PSU ini, terang Rahmat, juga akan turut membantu pengentasan masalah pengangguran ekstrem di Banten. Sebab, pada program ini nantinya akan banyak memperkerjakan masyarakat lokal yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaaan.
“Program kita itu kan lebih banyak kepada masyarakat, jadi misalkan dari sisi pelaksanaan pekerjaan jalan lingkungan. Pekerjaan itu bukan pekerjaan yang sangat rumit ya, sederhana pekerjaannya. Sudah sederhana terus udah gitu hampir semua masyarakat bisa membantu melaksanakan pekerjaan itu, dan tentu kegiatan itu kan upahnya masuk ke masyarakat,” tuturnya
“Jadi PSU ini masuk sebagai bagian juga untuk membantu mengurangi kemiskinan dan mendorong peremonomian berputar di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap, DPRKP Provinsi Banten dalam program PSU ini juga bisa memberikan kontribusi dalam upaya penanganan stunting dari hulu yang berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat di lingkungan padat.
“Harapan kita sih pertama fungsi permukiman yang meningkat, pasti itu. Kita ingin bahwa rumah ibadah, jalan pemukiman dan balai warga yang merupakan program dari tugas kita di permukiman itu dalam pelayanan kita kepada masyarakat bisa terlaksana dengan baik, dan tepat sasaran,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











