SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Telur dan daging ayam menjadi salah satu faktor penyebab inflasi di Kabupaten Serang.
Hal itu disampaikan saat pelaksanaan rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Serang.
Dalam rapat tersebut diketahui jika telur ayam menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Juni yakni mencapai 0,04 persen, disusul sewa rumah 0,02 persen, kopi bubuk 0,02 persen, ketimun 0,02 persen, dan daging ayam ras sebesar 0,01 persen.
Kepala Tim Fungsi Setda Provinsi Banten Muhamad Lukman Hakim mengatakan, pasca-Idul Adha terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Serang.
“Ada kenaikan di beberapa komoditas, seperti daging ayam, cabai. Jadi kita tadi formulasikan kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh tim ini untuk mengendalikan inflasi,” katanya saat ditemui usai rapat di Setda Kabupaten Serang, Senin 31 Juli 2023.
Ia mengatakan, Pemkab Serang telah melakukan beberapa upaya untuk menangani inflasi, seperti halnya dengan menggelar pasar murah khususnya untuk komoditas yang sedang naik harganya.
“Contohnya adalah telur ayam yang di pasar harga Rp32 ribu per kilogram, di pasar murah Rp 27.500 per kilogram. Itu adalah upaya agar masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Di Kabupaten Serang sendiri untuk bulan lalu tidak dilakukan pengukuran tingkat inflasi. Namun pihaknya mengacu kepada data inflasi yang di Kota Serang.
“Kota Serang pada Juni kemarin 0,14 persen komunitas penyumbang inflasi antara lain angkutan, daging ayam dan telur ayam,” jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya optimistis pada bulan Juli ini akan terjadi penurunan lantaran telah banyak intervensi yang dilakukan oleh daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Serang.
“Untuk bulan Juli kita optimis inflasinya bisa lebih rendah lagi, besok sudah ada rilis BPS, harapannya bisa lebih rendah lewat kegiatan pasar murah dan budidaya tanaman kebutuhan di wilayah Kabupaten Serang,” jelasnya.
Diketahui, harga daging ayam dan telur ayam naik lantaran ada kenaikan harga pada jagung sebagai bahan baku utama pembuatan pakan ayam.
“Faktor pertama harga pakan naik harga jagung semula Rp 4.000 per kilogram, sekarang sudah sekitar Rp7.000. Jadi diharapkan kita bisa meningkatkan suplai terutama jagung. Disampaikan Dinas Ketahanan Pangan, mereka ada program budidaya jagung di Kabupaten Serang 600 hektare,” jelasnya.
Sejauh ini, angka inflasi di Kabupaten Serang masih relatif cukup tinggi dibandingkan dengan nasional. Untuk itu perlu adanya upaya yang lebih intens agar angka tersebut turun.
“Kalau nasional 3,52 sementara di Serang 3,72, masih sedikit lebih tinggi. Jadi perlu upaya yang lebih intens lagi untuk pengendali inflasi saya yakin sampai akhir tahun itu realisasi bisa di sekitar target 3+-1 persen, sekarang bulan Juni 1,43 persen. Jadi masih sekitar target dan sampai akhir tahun akan sesuai target,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











