SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan berita resmi statistik yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Banten lebih lambat dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.
Diketahui, ekonomi Banten tumbuh 4,83 persen (year on year). Sementara itu provinsi lain di Pulau Jawa lebih tinggi.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Banten Awang Pramila mengungkapkan, berdasarkan rilis dari BPS di masing-masing provinsi, pertumbuhan ekonomi mereka lebih tinggi.
Di DKI Jakarta, pertumbuhan ekonominya yakni 5,13 persen. Kemudian, Jawa Barat 5,23 persen, Jawa Tengah 5,23 persen, Jawa Timur 5,24 persen, dan DI Yogyakarta 5,16 persen.
Awang menerangkan, pertumbuhan ekonomi terbentuk oleh nilai tambah yang tercipta di masing-masing provinsi. Untuk di Banten, pertumbuhan ekonomi di triwulan II ini melambat karena salah satunya dari kategori pertanian.
“Pada triwulan I panen, triwulan II ini tidak, sehingga terjadi kontraksi,” ujar Awang, Senin, 7 Agustus 2023.
Faktor lainnya, lanjut Awang, tahun lalu di Banten masih ada pertambangan logam. Sementara di tahun ini tidak ada, terutama pertambangan emas.
“Maka pertumbuhan ekonomi tidak bisa seperti provinsi lain,” tuturnya.
Selain itu, industri lain tumbuhnya juga tidak tinggi di Banten. Ada kerusakan mesin yang membuat produksi industri tidak tinggi.
Meskipun ekonomi Banten tumbuh, tetapi Awang mengatakan, pertumbuhannya tidak secepat provinsi lain di Pulau Jawa.
Reporter : Rostinah











