PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pendidikan Kabupaten Pandeglang menyesalkan pengelolaan SMAN CMBBS (Cahaya Madani Banten Boarding School) yang masuk sekolah unggulan sampai mengalami krisis air bersih.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pandeglang Eka Supriatna menyikapi kabar kondisi SMAN CMBBS mengalami kelangkaan air bersih akibat rusaknya mesin pompa air di sekolah tersebut.
Menurut Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pandeglang Eka Supriatna, SMAN CMBBS merupakan salah satu sekolah unggulan.
“Saya menyesalkan setelah mendengar para peserta didik SMAN CMBBS Banten tidak mandi karena kelangkaan air bersih. Ironis kedengarannya,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 14 Agustus 2023.
SMAN CMBBS selain merupakan sekolah unggulan CMBBS juga di-support anggaran yang cukup besar dari APBD Provinsi Banten. Sejatinya manakala terindikasi ada gejala akan sulitnya air bersih segera antisipasi cari alternatif lain agar air bersih tetap tersedia.
“Karena ini merupakan sekolah boarding, kepala sekolah harusnya segera melakukan koordinasi dengan pihak KCD bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Namun begitu saya ucapkan terimakasih kepada pihak komite dan pihak Perumdam Berkah Pandeglang yang telah memberikan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan air bersih untuk di asrama CMBBS,” katanya.
Sebelumnya, salah satu pegawai di SMA CMBBS Pandeglang yang enggan namanya disebutkan, membenarkan bahwa sudah tiga hari tidak ada air.
“Penyebabnya bukan karena mengalami kekeringan tapi mesin pompa airnya rusak. Jadi ada dua mesin pompa air yang dua-duanya rusak,” katanya.
Rusaknya dua mesin pompa air itu karena memang sudah lama. Cuman kebetulan waktunya di musim kemarau dan dua-duanya rusak.
“Kalau kemarin itu masih ada air sisa sedikit. Tapi hari ini memang bener – bener kering sehingga tadi ada bantuan air bersih dari PDAM (Perumdam Tirta Berkah), BPBD dan dari sumbangan wali siswa,” katanya.
Sumbangan dari wali siswa kalau tidak salah mengirimkan air bersih satu tangki. Kemudian dari Perumdam satu tangki, dan dari BPBD satu tangki.
“Bantuan air bersih langsung diisikan ke toren air. Adapun mesin pompa air saat ini tengah diperbaiki, mungkin dua hari ke depan air sudah ada lagi,” katanya.
Ia mengungkapkan, krisis air bersih ini bukan karena faktor alam kekeringan. Soalnya ia sendiri tinggal dekat lingkungan sekolah dan sama menggunakan mesin pompa air.
“Di rumah air dari mesin pompa mengalir. Kalau ini karena mesin pompanya pas dicek ternyata rusak dan sedang diperbaiki,” katanya.
Kepala Bagian Keuangan Perumdam Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang Hendi Kusmawan membenarkan adanya permohonan bantuan air bersih dari SMAN CMBBS.
“Sudah kita kirimkan sebanyak satu tangki. Kita tentunya siap memberikan bantuan ketika memang dibutuhkan dalam menangani krisis air bersih apalagi ini untuk kebutuhan anak sekolah yang tinggal di asrama sehingga sangatlah dibutuhkan untuk mandi dan juga berwudu,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMA CMBBS belum bisa dimintai keterangan karena menurur petugas keamanan dari pagi tidak datang ke sekolah.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











