LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua DPRD Lebak M Agil Zulfikar menyesalkan sikap Pemkab Lebak bersama PT KAI dan Kementerian Perhubungan yang tidak melibatkan masyarakat soal penutupan permanen perlintasan sebidang rel kereta api.
Keputusan Pemkab Lebak yang menutup permanen perlintasan sebidang akhirya ditentang masyarakat dan dibongkar oleh warga.
“Dalam perumusan kebijakannya disayangkan, tidak melibatkan masyarakat secara masif. Dalam hal ini membuka ruang dialog dengan masyarakat ya,” katanya, Senin, 14 Agustus 2023.
Ia mengharapkan ada ruang komunikasi dan dialog biar ada solusi terbaik dan para pedagang atau masyarakat memahaminya.
“Dalam hal ini membuka ruang dialog kepada masyarakat. Jadi ini sebenarnya penutupan jalan pasar ini baik. Baik untuk pendapatan pasar dalam sektor parkir, atau pun dalam hal infrastrukturnya, dalam hal menunjang kenyamanan,” ujarnya.
Agil menuturkan, ketika tidak ada pelibatan masyarakat dan tidak membuka ruang dialog maka hal tersebut menjadi catatan bagi DPRD Lebak.
“Cuma ketika tidak melibatkan masyarakat secara masif, dan tidak membuka ruang komunikasi maka yang seperti ini terjadi, makanya ini menjadi catatan kita semua,” tutur politisi partai Gerindra ini.
Lebih lanjut Agil menyampaikan, DPRD siap menjadi pihak penengah untuk mengundang masyarakat.
“Kita jangan sampe menganggap dalam persepsi kita baik, tapi belum tentu sepenuhnya baik dalam masyarakat. Harapan kami DPRD tempatkan masyarakat dalam perumusan kebijakan sebagai subjek, jadi suaranya didengar dan ruang komunikasinya dibuka untuk kemudian apa dipersepsikan pemerintah masuk dan apa yang diharapkan masyarakat masuk,” tandasnya.
Reporter : Nurandi
Editor : Aas Arbi











