SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akademisi sekaligus Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Serang (Unsera), Ahmad Sururi, meminta Pemprov Banten menyoroti perihal hasil analisis tematis isu strategis politik uang dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang menempatkan Banten sebagai empat besar nasional dengan dengan kategori rawan tinggi politik uang.
Menurutnya, politik uang saat ini memang tidak bisa terpisahkan dari pesta demokrasi, sebab sudah menjadi sebuah tradisi.
“Politik uang dan Pemilu atau Pemilukada di Indonesia ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan sekalipun dapat dibedakan,” kata Sururi kepada Radar Banten, Senin 14 Agustus 2023.
Fenomena itu tentunya telah menjadi suatu citra buruk bagi demokrasi di Indonesia khususnya di Banten,”Dan masuknya Banten menjadi empat besar nasional dalam kategori rawan tinggi politik uang jelas menjadi catatan dan rekam jejak yang buruk,” katanya.
Ia menyebut, politik uang disebabkan oleh banyaknya faktor diantaranya yakni angka kemiskinan dan pengangguran di Banten yang cukup tinggi. Hal itu mendorong warga untuk menerima uang dengan kondisi apapun, termasuk untuk dibeli suaranya pada Pemilu
“Memang pragmatisme politik membuka peluang besar terjadinya politik uang di Indonesia termasuk Banten. Lebih jauh saya melihat, kemiskinan dan pengangguran di Banten yang tinggi berkontribusi terhadap politik uang dalam setiap Pemilu selain faktor-faktor lain,” ucapnya.
Selain itu faktor keterbatasan ekonomi, rendahnya pendidikan, dan lemahnya pengawasan sehingga menjadi kebiasaan atau tradisi di masyarakat merupakan penyebab mengapa politik Banten sangat rawan.
Untuk meminimalkan bahkan menghilangkan fenomena politik uang, Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan dan komitmen Parpol, KPU, LSM, Media massa dan masyarakat sangat penting.
“Penting bagi penyelenggara pemilu atau pemilukada di Banten untuk terus menggalang dan melakukan intervensi edukasi dan partisipasi kepada masyarakat dalam mencegah terjadinya politik uang,” ungkapnya.
Politik uang, kata Sururi akan membawa dampak negatif bagi bangsa ini. Sebab, akan menghasilkan pemimpin bobrok dan dapat mendegradasi nilai-nilai demokrasi di negara ini.
“Dampak yang ditimbulkan politik uang dalam jangka panjang dapat merugikan masyarakat dan merusak mental terutama generasi penerus di Banten. Dan yang paling berbahaya dampak politik uang dapat mendegradasi nilai-nilai demokrasi,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











