CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Kondisi miris dialami guru dan murid SDN Tembulun 2. Guru dan murid di sekolah yang terletak di Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon itu alami kesulitan air.
Meski tidak berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar, namun mereka harus berpikir keras agar bisa sekadar buang air kecil maupun besar.
Lingkungan Tembulun menjadi salah satu daerah yang kerap mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih di Kota Cilegon. Tahun ini, lingkungan itu pun alami kesulitan air bersih.
Dampak buruk dari kesulitan air bersih itu dirasakan oleh guru dan murid di SDN Tembulun 2. Mereka, harus membeli air bersih hanya untuk sekadar buang air kecil dan besar.
“Untuk guru, butuh empat drum, belinya Rp150 ribu,” ujar Kepala SDN Tembulun 2 Lutfi, Minggu 17 September 2023.
Menurut Lutfi, guru-guru dan murid harus bisa menghemat air agar pengeluaran untuk membeli air tidak membengkak. Menurutnya, kondisi itu sudah terjadi sekira tiga bulan.
“Kalau hujan kami punya penampungan air hujan, baru tahun ini kami kehabisan air dengan telatnya hujan,” papar Lutfi.
Lutfi berharap, Pemerintah memperhatikan kebutuhan air di SDN TEMBULUN 2, dengan renovasi tempat penampungan air ,serta sistem talang dari ujung atap sekolah ke bak serta bantuan pompa air untuk menyedot air jika ada bantuan.
Dalam waktu dekat, akan ada pihak yang memberikan bantuan air yang dipelopori oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikbud Kota Cilegon.
“Insya Allah hari Selasa Pak, mobil tanki siap ke SD TEMBULUN, hari Senin tanki ke Kampung Tembulun dari BAZNAS. Saya ucapkan terima kasih kepada ibu kepala TK Muaz bin Jabal dan seluruh jajarannya yang akan mengirim air bersih ke SD Tembulun 2, semoga menjadi ladang pahala,” ujar Lutfi.
Namun, menurutnya, bantuan itu hanya bersifat sementara. Ia berharap ada penanganan yang lebih berkelanjutan. (*).
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi










