SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menetapkan status darurat kekeringan yang berlaku sejak 19 September 2023. Status darurat kekeringan itu ditetapkan melihat dampak dari fenomena El Nino.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Nana Suryana mengatakan, per September 2023 ini pihaknya mencatat terdapat 419 Desa di Provinsi Banten mengalami krisis air bersih terdampak kemarau panjang.
Ratusan desa tersebut tersebar di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, Tangerang, Kota Serang dan Cilegon.
“Yang paling paling banyak terdampak kekeringan itu Tangerang Raya 37 Kecamatan disusul Pandeglang 22 Kecamatan,” kata Nana, Selasa 26 September 2023.
Lebih jauhnya, Nana menerangkan, kekeringan juga terjadi di 8 Kecamatan di Kota Serang, 3 Kecamatan di Kota Cilegon, dan 13 Kecamatan di Kabupaten Lebak.
“Total ada 75 Kecamatan dan 419 Desa yang mengalami kekeringan,” ujarnya.
Nana tidak menampik bahwa kekeringan panjang ini masih berpotensi akan semakin parah dan meluas dampaknya. Sebab, berdasarkan prediksi dari BMKG bahwa fenomena El Nino ini akan dirasakan hingga Desember 2023.
“Dampak dari fenomena El Nino ini masih bisa meluas. Sebab fenomena ini diprediksi hingga akhir tahun 2023. Tapi kekeringan tahun ini masih tidak separah kekeringan tahun 2015, ini pada level menengah,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya memastikan cadangan air untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan masih lah sangat cukup. Pihaknya pun siap untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke masyarakat yang membutuhkan.
“Cadangan air kita secara umum kan sumur bor, itu masih ada. Karena yang mengering itu kayak sungai saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











