PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Agraria Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 1.082 bidang tanah telah disertifikasi melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha ATR/BPN Kabupaten Pandeglang, Sumiyo, mengungkapkan bahwa PTSL telah membantu percepatan sertifikasi tanah dengan baik.
Meskipun program ini direncanakan akan berakhir pada tahun 2024, dampak positifnya sudah jelas terlihat dibandingkan sebelum PTSL digulirkan.
“Walaupun data yang lebih rinci belum dapat disampaikan, Program PTSL ini sangat signifikan karena target setiap tahunnya melebihi 10 ribu bidang tanah,” ungkapnya, Selasa, 3 Oktober 2023.
Selain itu, pihaknya saat ini tengah fokus pada pemetaan menggunakan teknologi foto udara melalui drone.
Mulai tahun 2023, setiap awal kegiatan PTSL akan diawali dengan pemetaan udara menggunakan drone.
“Pada tahun 2023 telah dilakukan pemetaan sebanyak 14.000 hektare melalui drone di sekitar delapan kecamatan, dengan rencana pemetaan serupa untuk tahun 2024,” katanya.
Ia melanjutkan bahwa pemetaan ini bertujuan untuk mencegah konflik dan sengketa lahan di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Dengan memasukkan semua bidang tanah ke dalam pemetaan, tumpang tindih dan potensi konflik dapat dideteksi dengan lebih mudah.
“Kalau pengukuran bidang tanahnya itu 8.815 bidang, jadi ada dua pemetaan melalui drone dan pengukuran bidang tanah,” ujarnya.
Ia menyampaikan komitmen Kantor ATR/BPN Kabupaten Pandeglang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya, khususnya dalam hal tujuh layanan prioritas.
“Nah tujuh layanan prioritas ini sangat membantu masyarakat karena itu betul-betul kita prioritaskan dan tujuh layanan prioritas itu kita pastikan dilaksanakan sesuai SOP,” tandasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











