SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Angka kasus pengangguran di Kabupaten Serang masih sangat tinggi. Tercatat berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pengangguran terbuka di Kabupaten Serang masi di angka 10,61 persen.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pelaksanaan job fair merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Serang.
“Ini bagian dari upaya kami untuk menangani tingginya angka pengangguran di Kabupaten Serang dengan mengajak perusahaan di Kabupaten Serang dengan job fair, kita bisa tahu tenaga kerja dan skill apa saja yang dibutuhkan dan ini kesempatan terbuka,” katanya, Rabu, 11 Oktober 2023.
Dari sebanyak 700 perusahaan yang ada di Kabupaten Serang, baru ada 35 perusahaan yang mengikuti job fair pada gelaran rangkaian hari jadi ke-497 Kabupaten Serang. Untuk itu ia meminta agar kegiatan tersebut dapat rutin dilaksanakan agar nanti semua perusahaan dapat berpartisipasi.
“Saya meminta ke Bu Kadis (Disnaker) untuk dibuka satu tahun dua kali dengan bergantian perusahaannya. Karena kita punya 700 lebih perusahaan yang ada di Kabupaten Serang. Peluangnya agar lebih besar lagi,” jelasnya.
Tatu mengatakan, jika angka pengangguran di Kabupaten Serang masih sangat tinggi yakni mencapai 10,61 persen. Untuk itu perlu adanya peran aktif dari perusahaan agar penurunan angka pengangguran dapat terjadi.
“Kita punya tingkat pengangguran 10,61 persen dan tertinggi di Provinsi Banten, ini tentunya harus jadi tugas bersama, termasuk perusahaan harus ikut bertanggung jawab,” jelasnya.
Selain membidik lapangan kerja di wilayah Kabupaten Serang, Tatu memproyeksikan para pencari kerja di Kabupaten Serang agar dapat bekerja di luar negeri. Hal ini dikarenakan banyaknya peluang-peluang yang terbuka di luar negeri.
“Kita punya bonus demografi, ini harus benar-benar punya skill supaya selain diserap di pasar dunia usaha di Indonesia tapi juga di luar,” jelasnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, tentunya Pemkab Serang masih memiliki PR yakni membekali Pencaker dengan kemampuan bahasa-bahasa di negara-negara yang akan dituju. Pihaknya pun ke depan akan menyiapkan agar pencari kerja siap bekerja di luar negeri.
“Saya ke Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan mencoba misalnya anak-anak yang ber-KTP Kabupaten Serang yang kuliah di Universitas Faletehan jurusan perawat, atau di Untirta. Nah di tahun terakhir mereka harus kursus bahasa asing, kita yang bayar gurunya, hari tertentu mereka belajar di kampusnya saja. Tapi dengan catatan khusus warga Kabupaten Serang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Aas Arbi











